NWP Retail Akuisisi 68 Persen Saham Palu Grand Mall

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Setelah sekitar enam bulan bernegosiasi, PT Nirvana Wastu Pratama (NWP) Retail mengakuisisi 68 persen saham PT Palu Graha Sejahtera (PGS) yang memiliki pusat perbelanjaan ternama di Palu, Palu Grand Mall (PGM).

Hal itu dikemukakan Komisaris PT PGS, Karman Karim kepada wartawan di Toragila Cafe PGM, tadi malam. Hadir pula Director Head of Operating Properting NWP Retail, Teges Prita Soraya, Regional Mall Manager Sulawesi NWP Retail, Daniel Tri Herayanto, dan Rony Hasan.

Berita Terkait

Menurut Karman, negosiasi cukup lama karena NWP Retail, perusahaan joint venture antara PT Nirvana Development Tbk dengan Warburg Pincus itu ingin mengakuisisi semua saham PT PGS. Akhirnya disepakati 68 persen saja, dan Karman Karim serta kawan-kawan tetap menjadi pemegang saham.

Pilihan Redaksi :  Dies Natalis ke-14 FMIPA Untad, Semangat Resiliensi di Era Industri 4.0

“Kami tidak salah memilih NWP Retail karena  konsep yang diterapkan tetap mengutamakan pengusaha kecil,” kata Karman.

Menurutnya, perkembangan Kota Palu sangat pesat yang juga diikuti dengan dunia retailnya. Karenanya, memang dibutuhkan pengelola mall yang sudah berpengalaman dan memiliki keahlian. Dengan demikian PGM akan tetap menjadi mall nomor satu di Kota Palu.

Sementara Teges menjelaskan, PGM ini melengkapi portfolio aset NWP Retail. Hingga saat ini sudah mengelola 14 mall yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“Kami yakin sekali dengan potensi ekonomi di Kota Palu yang terus berkembang, kami berharap NWP Retail dapat mengambil peran yang besar untuk kemajuan iklim ritel di Palu,” kata Teges.

Pilihan Redaksi :  Atap Huntap Diterjang Angin Puting Beliung

Dari pengalaman mengelola berbagai mall di Indonesia dengan luasan yang beragam, NWP Retail sudah memiliki formula operasional yang optimal. Termasuk di dalamnya kebersihan, keamanan, penggunaan energi, hingga sumber daya manusia.

“Berbeda dengan single mall oepator, kami sebagai multiple mall operator sudah bisa mengoptimalkan operasional tiap mall dengan menaruh berbagai fungsi pekerjaan yang tadinya ada di tiap unit menjadi satu di kantor pusat. Itu termasuk fungsi keuangan, marketing, hingga leasing,” kata Teges.

Wanita yang lancar menjelaskan soal mall itu juga mengatakan, PGM nantinya akan banyak membuka peluang bagi pengusaha kecil dan menengah lokal untuk berjualan di dalam areal mall. Pihaknya akan membangun beberapa konsep gerai. Setiap gerai yang dibangun dengan desain modern lengkap dengan selutuh perlengkapan berjualan.

Pilihan Redaksi :  Kemendes Tunjuk UIN Datokarama Penyelenggara Seleksi PLD

“Mitra pengusaha kami tinggal masuk membawa barang dagangannya dan mulai berjualan. Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengerjakan gerainya,” katanya.

Gerai-gerai yang dimaksud nantinya akan mengakomodasipengusaha lokal di bidang fashion, kuliner, hingga gadget.

“Kami berharap dapat memberikan warna baru yang akan semakin memarakkan iklim ritel di Kota Palu. Semoga PGM akan semakin menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kegiatan keseharian warga Palu,” kata Teges.

Sementara Karman Karim menjelaskan, ia akan berusaha untuk menjual mall setiap dua tahun. Usai Ramadan nanti, ia akan membangun mal di suatu kota di Sulteng. Ia belum mau menyebutkan kotanya.

Sedangkan saat ini, ia juga sedang membangun mall di Kalimantan.

“Saya akan menjual mall setiap dua tahun,” katanya.MAN.

 

Baca Juga