PASI Sulteng dan Angka 13

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Angka 13  selalu  berkonotasi  negatif sehingga orang selalu menilainya dengan sebuah  sinyal kegagalan.Namun bagi tim Atletik Sulawesi Tengah, angka tersebut diharapkan menjadi sebuah energi yang akan mengangakat  moral pasukan yang akan berjuang di Kejurnas Atletik Remaja,Junior dan Senior, 6 April sampai dengan 12 April 2018.

Dengan berkekuatan 13 atlet, tim PASI Sulteng yang dipimpin manajer tim,  Yunus , akan bertolak ke Jakarta untuk mengarungi kerasnya persaingan di lintasan  sintetik Stadion Madya Senayan  Jakarta.

Berita Terkait

“Jumlah 13 atlet yang kami bawa ini merupakan atlet-atlet yang memiliki limit waktu  yang mendekati regulasi dari PB PASI untuk Kejurnas. Dan saya kira angka 13 ini  tidak ada kaitannya dengan angka sial. Bahkan saya berharap  di kejurnas  ini performa anak-anak bisa berada pada titik dimana mereka bisa mencapai klimaks,khususnya Daniella dan Aditha yang baru saja merebut medali di kejurnas antar PPLP Gorontalo,” terang Yunus di stadion Atletik Petobo Palu, Jumat (4/5/2018).

Pilihan Redaksi :  Rumah Biliyar Perlu Fasilitas Meja Biliar Sesuai Standard dan Nyaman

Skuad PASI Sulteng dibawah akan didampingi  trio pelatih,yakni Viktor F Bleggur asal Smanor Tadulako,Herman  PPLPD Sulteng dan Irfan’Japi’ Potabuga pelatih khusus lempar .

Sedangkan 13 atlet yang  berada dalam skuad adalah Mohammad Wandi (100m dan 200m/Senior asal Sigi),Febrian (800m dan 1500m/Senior asal Sigi), Noveldi Petingko (5000mdan 3000m/Senior asal Poso), Ferdy (400m dan 800m/Smanor Tadulako asal Parmout), Akbar(400m dan 800m/ Smanor Tadulako asal Parmout),  Fajaruddin(800m, 1500m dan 4X400 m/Smanor Tadulako asal Kota Palu),  Made Andreas (400m,800m dan 4X400/Smanor Tadulako asal Parmout), Richo R Tumarar (100m dan 200m/Smanor Tadulako/Pelatnas PB PASI asal Kota Palu),  Faiz Medianto (100m dan 200m/ SMKN 1 Sigi asal  Sigi), Sultan Hadi (800m dan 1500m/PPLPD Sulteng/ Smanor Tadulako asa; Parmout), Daniela Elim Datu (100m dan 200m/SMAN 1 Palu/PPLPD Sulteng/Pelatnas PB PASI asal Kota Palu),  Aditha P Meivhy (L.Cakram dan Tolak Peluru/ Smanor Tadulako asal Kota Palu), I Wayan Roki ( L.Lembing dan Tolak Peluru/ Smanor Tadulako asal Banggai).

Baca Juga