Pelihara Keberagaman dengan Sikap Toleransi

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng yang dilwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Siti Norma Mardjanu, membuka secara resmi Deklarasi dan Seminar Nasional serta pelantikan pengurus Forum Bhineka Tunggal Ika Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Rektorat Universitas Tadulako, Sabtu (7/42018).

Dalam sambutan Gubernur Longki yang dibacakan Siri Norma menyampaikan Deklarasi Bhineka Tunggal Ika yang dilakukan saat itu adalah bentuk konkrit kepedulian para anak bangsa atas simbol kebhinekaan.

Berita Terkait

Sebuah simbol kebangsaan yang sejak dahulu kala telah tertancap dan mengakar kuat sebagai kearifan bangsa Indonesia yang substansial fungsinya dalam menjaga persatuan dan kedaulatan wilayah NKRI yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Rote.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

“Kita tidak dapat memungkiri bahwa realitas sosial dan politik Negara Indonesia yang berbasis multi etnik, agama dan kepercayaan,” katanya.

Dalam sambutan itu dikatakan, untuk mengelola kondisi keberagaman ini mutlak harus dikembangkan sikap toleransi dan membumikan kembali budaya kerja gotong royong di dalam sendi – sendi kehidupan masyarakat sebagai nilai luhur bangsa yang tidak boleh punah dan dilenyapkan oleh kelompok – kelompok intoleran yang menolak keberagaman yang sudah dianugerahkan Tuhan kepada bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Siti Norma menyampaikan timbulnya gerakan yang diinisiasi para tokoh lintas agama, etnik, dan profesi di Sulteng melalui Deklarasi Seminar Nasional diharapkan  berperan  selaku garda terdepan yang proaktif dalam menetralisir berbagai ancaman perpecahan, gangguan konflik dan upaya-upaya nyata dari pihak-pihak yang ingin mengganti Dasar Negara Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhineka Tunggal Ika sebagai nilai-nilai luhur NKRI.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

“Dengan begitu saya harap melalui kegiatan bertema, “Nasionalisme dalam tafsir politik Indonesia kontemporer, menuju penguatan komitmen kebangsaan ini dapat efektif,” tutur Siti Norma.

Semua itu sambung dia untuk  memperkuat komitmen semua elemen kedaerahan di Sulteng untuk bersatu padu membela Pancasila, merawat kebhinekaan dan melawan radikalisme, anti toleransi dan anti pluralism.

Ketua DPD Sulteng, Surahman Cinu yang baru dilantik dalam sambutannya mengatakan Fornas Bhineka Tunggal Ika merupakan organisasi massa yang konsern dengan isu berperadaban seperti demokrasi dan pluralisme.

“Demokrasi yang menjadi pilihan politik kebangsaan yang diambil atas dasar memiliki filosofi kuat sebagai media pemersatu. Inilah dasar mengapa Formas Bhineka lahir di Indonesia,” jelasnya.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

Hadir pada kesempatan itu, Kapolda Sulteng yang diwakili Wadir Intelkam Polda Sulteng, AKBP Suliono, Rektor Universitas Tadulako yang diwakili Dekan Fisip Untad, DR. Moh. Nur Ali, M.Si, Ketua DPP Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, DR. Saiful Rohim, Ketua DPD Forum Nasional Bhineka Tunggal Ika, Surahman Cinu, serta undangan terkait lainnya. BOB

Baca Juga