TANAMODINDI, MERCUSUAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mendorong hilirisasi komoditas cabai dan bawang merah melalui pelatihan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi di Aula Bantaya, Palu, Kamis (24/9/2026).
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, mengatakan pengembangan usaha berbasis pertanian merupakan bagian dari program Palu Mandiri, Adaptif, dan Tangguh Pangan (Mapan) yang diinisiasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya mendorong peningkatan produksi pertanian, tetapi juga pengolahan hasil panen dari bahan mentah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Cabai rawit dan bawang merah bukan hanya sekadar untuk kebutuhan rumah tangga. Komoditas itu memiliki nilai tambah jika diolah menjadi produk bahan makanan jadi,” ujar Imelda.
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 40 petani hortikultura, 13 pelaku UMKM, dan tujuh perwakilan instansi pemerintah.
Imelda mengatakan, petani memiliki peluang untuk masuk lebih jauh ke sektor usaha pengolahan, karena hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Saatnya petani mengambil peran dalam mengisi ruang-ruang bisnis rumahan guna meningkatkan nilai ekonomi rumah tangga berlipat ganda,” katanya.






