PKS Sulteng Dukung Ustaz Salim Cawapres

  • Whatsapp
habib salim al jufri

PALU, MERCUSUAR – DPW Partai Keadilan sejahtera (PKS) Sulteng mendukung ijtimak ulama yang merekomendasikan  Salim Segaf Aljufri sebagai alternatif Bakal Calon Wakil Presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.  Selain ustaz Salim, ulama juga bersepakat menyorongkan mana Ustaz Abdul Somad.

“Pertama, ini kehormatan sendiri dari ulama yang memberi penghargaan yang sangat luar biasa untuk ketua majelis syuro kami,” kata Ketua DPW PKS Sulteng, Wahyudin kepada Mercusuar melalui telepon, Senin (30/7/2018).  Salim adalah Ketua Majelis Syuro PKS, sementara Majelis Syuro  memiliki kewenangan memilih Presiden PKS.

Dikatakan, sifat ijtima ulama adalah rekomendasi yang harus ditindaklanjuti lagi melalui komunikasi lintas partai. Informasi diperoleh, malam tadi DPP PKS akan bertemu petinggi partai Demokrat untuk membahas rekomendasi ulama tersebut. 

Pilihan Redaksi :  Dukung Pariwisata Sulteng, Puluhan Peserta Ikuti English For Tourism

Wahyudin menjelaskan, Ustaz Salim memang masuk dalam sembilan nama capres/cawapres internal PKS.  Mantan Menteri Sosial era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini diusulkan dalam urutan teratas oleh DPW PKS Sulteng, lalu Ahmad Heriawan (mantan Gubernur Jawa Barat), dan Anis Matta (mantan Presiden PKS).  Pertimbangan PKS Sulteng kala itu adalah Ustaz Salim yang  lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 17 Juli 1954, telah memiliki kapabilitas di pemerintahan.  Sebelum menjabat mensos, Habib Salim pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi dan Kesultanan Oman.  Selain itu ia adalah ulama yang juga cucu dari ulama besar Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, pendiri Alkhairaat, Ormas terbesar Islam di Indonesia Timur saat ini.    Diberitakan,  Ijtima Ulama baru-baru ini diikuti oleh 600 ulama dan tokoh nasional dari seluruh provinsi di Indonesia. Hadir sejumlah tokoh daat pembukaan tersebut, yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS M. Sohibul Iman, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra. DAR

Baca Juga