Hidayat Lamakarate Warisi Jiwa Kepemimpinan Sang Kakek

  • Whatsapp
HLL

LERE, MERCUSUAR – Buku Matahari Khatulistiwa: Rekaman Kehidupan, Karir dan Gagasan Birokrat Zaman Baru, yang ditulis oleh Dr Rahmad M Arsyad untuk melihat perjalanan hidup seorang Hidayat Lamakarate, mendapat respon positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari tanggapan, masukan dan saran yang diterima oleh penulis, saat meluncurkan buku tersebut, Senin (31/7/2018) malam, bertempat di Atrium Palu Grand Mall.

Buku setebal 200-an halaman tersebut, mengulik perjalanan hidup, karir dan gagasan seorang Hidayat Lamakarate, sebagai seorang tokoh publik di Sulawesi Tengah (Sulteng). Menurut Rahmad, jika Jawa Barat punya pemimpin muda sekelas Ridwan Kamil, Jakarta punya Anies Baswedan, maka Sulteng punya sosok pemimpin muda yang lahir dari rahim birokrat, yakni sosok Hidayat Lamakarate.

Pilihan Redaksi :  PIK-Remaja, Wadah Pembinaan Ketahanan Generasi Muda

Salah seorang penanggap yang juga tokoh masyarakat Sulteng, Andi Alimuddin Rauf, bahkan menyebut sosok Hidayat Lamakarate ini sebagai figur yang mampu mewarisi jiwa dan patron kepemimpinan dari kakak sang kakek yang pernah menjabat sebagai Bupati Donggala periode 1960-1964, DM Lamakarate. Sosok DM Lamakarate dalam memori Andi Alimuddin Rauf, yang diamini sejumlah hadirin yang menghadiri peluncuran buku tersebut, dikenal sebagai sosok pemimpin yang jujur dan bersih.

“Kakak dari kakek beliau ini dikenal sebagai orang yang jujur dan bersih. Pada masanya, beliau bahkan pernah mengembalikan sisa uang perjalanan dinasnya ke pemerintah. Sosok pemimpin seperti DM Lamakarate inilah yang saya harapkan dan lihat, mampu diwarisi oleh Hidayat Lamakarate sebagai cucu,” jelasnya.

Pilihan Redaksi :  Wim Al-Amri, Politisi Humble yang Dicintai Warganya

Mantan Wali Kota Palu, Rusdy Mastura yang akrab disapa Bung Cudi, juga ikut memberikan tanggapan terkait sosok Hidayat Lamakarate. Bagi Cudi, sosok Hidayat Lamakarate adalah sosok yang teguh pada prinsip dan berani melawan dan mempertahakan sesuatu yang dianggapnya benar.

“Waktu masih di Pemkot, Hidayat ini ‘melawan’ tetapi saya suka dengan itu. Dia mampu mempertahankan apa yang diyakininya sebagai suatu kebenaran. Jiwa seorang birokrat dan pemimpin memang terbentuk dalam dirinya,” ujar Cudi.

Hidayat Lamakarate sendiri berharap, buku ini dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya dan berharap, para pembaca dapat menemukan inspirasi setelah membaca buku ini. Menurutnya, kehadiran buku-buku yang mengangkat kisah-kisah tokoh lokal seperti ini penting, sebagai warisan bagi generasi berikutnya. JEF

Pilihan Redaksi :  Gubernur Sulteng Terima Penghargaan Indonesia Awards 2021

       

Baca Juga