PALU, MERCUSUAR – Babak semifinal Liga pelajar U-16 Piala Menpora 2018 yang dimainkan di lapangan Faqih Rasyid, Selasa (14/8/2018) digelar hanya sehari mulai pukul dua siang.
Di laga semifinal pertama, tim Kabupaten Donggala 2 yang diwakili Garuda Yaksa tersisih setelah kalah 3-4 dari Kota Palu lewat adu sepakan pinalti setelah hanya bermain imbang 0-0 di waktu normal.
Sepakan Ibnu dan Fiksar yang digagalkan kiper Kota Palu, Mohammad Farhan menjadi pangkal kekalahan Garuda Yaksa pada laga tersebut. Sementara empat eksekutor Kota Palu, yakni Moh Agung, Sabar Detayang, Jhalil Alkhair dan Ragil sukses menembus pertahanan kiper Fadil.
Coach Garuda Yaksa, Dayat Ladela mengakui anak buahnya tak bisa mengembangkan permainan karena persiapan warming up yang tidak sempurna usai terlambat hadir di lapangan.
“Saya kira pengaruh tidak melakukan pemanasan menjadi salah satu sebab anak-anak kurang maksimal sehingga pergerakan anak-anak kurang dan hal itu tak bisa dibohongi siapa saja pasti mengalami. Tapi beruntung kita masih bisa bertanding bahkan bisa memaksakan adu pinalti,” ujar Dayat kepada Mercusuar usai laga.
Sementara itu di semifinal kedua yang mulai kick off pukul 16:30 Wita, Poso FC tampil gemilang dengan mencukur Mitra Selection Banggai Kepulaun dengan skor 4-0.
Kolektivitas permainan yang ditampilkan anak-anak Poso sangat baik pada laga itu. Perpindahan bola antar lini yang berjalan dengan rapi memudahkan Zidan Badudu dkk mengendalikan permainan.
Mujahid mencetak dua gol pada laga itu masing-masing di menit ke-20 dan 60. Dua gol lainnya disumbangkan Owen Robert (26’) dan Fahri 63’.
Pelatih Poso FC, Judradiawa mengaku senang anak didiknya mencetak gol dari permainan terbuka. “Anak-anak bisa menciptakan kreasi ketika melakukan serangan dan itu yang sukses dilakukan. Mudah-mudahan bisa berlanjut di babak final besok (hari ini, red),” tandasnya, CLG