PPKM Belum Efektif Turunkan Kasus Covid

  • Whatsapp
PPKM Belum Efektif-f0cd2e0e

TANAMODINDI, MERCUSUAR – Kurun waktu 26 Juli hingga pertengahan Agustus 2019, Pemerintah sudah tiga kali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV, terutama di Kota Palu, namun hingga kini penyebaran kasus Covid -19 masih terus melonjak tajam.

Hal ini terungkap pada hasil rapat koordinasi tentang monitoring dan evaluasi penerapan PPKM Level IV di wilayah Sulawesi, yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Jumat (13/8/2021), dan diikuti Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid,  bersama Kepala Kejaksaan Negeri Palu dan Ketua Tim Surveilance Kota Palu, dr. Rohmat.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Lurah Tegur Sejumlah Pelaku Usaha 

Dalam tabel pemetaan kondisi PPKM di Sulawesi, terlihat grafik terus naik, sehingga tergambar PPKM belum efektif menurunkan mobilitas masyarakat, rata-rata mobilitas diluar area pemukiman pada PPKM 3-9 Agustus justru mengalami peningkatan dari prriode PPKM sebelumnya pada 26 Juli – 2 Agustus pada empat provinsi yakni  Gorontalo, Sulawesi Tenggara (Sultra),Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Rapat dipimpin langsung Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dan menghadirkan sejumlah menteri seperti Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, dan lainnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah kepala daerah baik gubernur, wali kota, maupun bupati di wilayah Sulawesi.

Pilihan Redaksi :  LPKA Palu Deklarasikan Janji Kinerja Tahun 2022

Untuk trend penambahan kasus harian, kata dr. Rohmat bahwa penambahan kasus juga terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulsel dan Sulut, meski sempat mengalami penurunan.

“Untuk capaian testing di Sultra yang paling rendah 8 persen, diikuti Sulteng hanya 14 persen, dan Sulbar 19 persen, sehingga seluruh provinsi di Sulawesi memiliki positivity rate yang lebih tinggi dari nasional,” bebernya

Berdasarkan Bed Occupancy Ratio (BOR) Sulteng dan Gorontalo berada diatas 70 persen, sehingga perlu dilakukan konversi TT (Tempat Tidur) rumah sakit menjadi TT Covid karena belum mencapai target konversi 40 persen.

dr.Rohmat melanjutkan, maka menjadi perhatian besar Pemda yang berada di zona merah untuk melakukan pengetatan mobilisasi warganya. Sulteng menjadi perhatian karena terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi minggu tertinggi di Sulawesi. ABS/*

Baca Juga