Rebutan Antrean Solar di SPBU Berujung Penganiayaan

Korban mendapatkan penanganan medis usai menjadi korban penganiayaan di SPBU jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Palu, Jumat (9/10/2026). malam. FOTO: DOK POLSEK PALU BARAT

LERE, MERCUSUAR – Perselisihan saat mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Jalan Diponegoro, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, berujung penganiayaan pada Jumat (9/10/2026) malam.

Seorang sopir truk berinisial FA (35) mengalami luka parah di bagian belakang kepala setelah diduga dihantam menggunakan batako oleh sesama sopir truk berinisial EK.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.15 WITA saat korban hendak melakukan pemindaian barcode pengisian solar. Tiba-tiba, pelaku datang dari arah belakang dan langsung memukul kepala korban menggunakan batako.

Kapolsek Palu Barat Iptu Irfan membenarkan insiden penganiayaan tersebut. Akibat kejadian itu, korban yang merupakan warga Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Anutapura Palu.

Aksi pemukulan tersebut disaksikan langsung oleh NA (51), petugas pengatur antrean BBM di SPBU tersebut. Keterangan senada disampaikan Supratman (45), petugas Dinas Perhubungan Kota Palu yang sedang bertugas di lokasi kejadian.

Situasi di lokasi sempat memanas sekitar pukul 21.00 WITA ketika sekitar 20 orang keluarga korban mendatangi SPBU membawa senjata tajam jenis parang. Beruntung, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi dan meredam emosi massa.

“Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Palu Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kapolsek.

Pasca-kejadian, penyaluran solar di SPBU Jalan Diponegoro dihentikan sementara guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. IKI

Pos terkait