LUWU TIMUR – Pertumbuhan industri tidak hanya berbicara tentang produksi, investasi, atau besarnya nilai sumber daya yang dihasilkan. Di balik aktivitas industri, ada peluang ekonomi yang dapat tumbuh melalui usaha kecil, koperasi, dan masyarakat yang hidup di sekitarnya.
Di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, upaya memperluas peluang tersebut terlihat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi. Keduanya menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi lokal agar dapat ikut bergerak seiring perkembangan industri nikel.
Salah satu upaya itu dilakukan PT Vale Indonesia Tbk melalui program pemberdayaan UMKM dan dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Perusahaan yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID) tersebut mencatat telah mendukung 127 UMKM di empat kecamatan di Luwu Timur hingga 30 September 2026.
Keempat kecamatan itu adalah Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 UMKM binaan telah memperoleh akses pasar melalui Pusat Oleh-Oleh Telaloa. Kehadiran pusat oleh-oleh ini menjadi salah satu jalur bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Akses pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Kemampuan menghasilkan produk perlu diikuti kesempatan untuk memasarkannya agar usaha dapat berkembang dan menjangkau pembeli di luar lingkungan terdekat.
Bagi daerah yang aktivitas ekonominya turut ditopang industri besar, peluang kemitraan dan penyediaan barang maupun jasa dapat menjadi ruang bagi usaha lokal untuk berkembang. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan peningkatan kapasitas serta akses pasar agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan keberhasilan industri tidak semata-mata diukur dari produksi dan investasi, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kami memiliki komitmen untuk dapat terus mendukung pertumbuhan masyarakat sekitar secara berkelanjutan. Bagi kami keberhasilan industri dapat diukur melalui produksi dan investasi, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Bernardus.
Menurut dia, kegiatan operasional, pengembangan proyek hilirisasi, dan pemberdayaan UMKM diharapkan membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Vale Indonesia menyatakan program pemberdayaan UMKM yang dijalankan berfokus pada peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar. Perusahaan juga berharap perkembangan industri nikel dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk melalui kebutuhan barang, jasa, dan kegiatan usaha pendukung.
Meski demikian, besarnya peluang ekonomi perlu diikuti kemampuan pelaku usaha lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, dan mengembangkan usahanya. Karena itu, keberlanjutan program pemberdayaan menjadi salah satu faktor penting agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada kegiatan atau momentum tertentu.
Koperasi yang Tumbuh Bersama Sorowako
Selain UMKM, koperasi menjadi bagian dari perjalanan ekonomi masyarakat Sorowako. Salah satu contohnya adalah Koperasi Karyawan Vale atau Kopkar Vale yang telah berdiri sejak 1979.
Koperasi ini bermula dari kebutuhan karyawan PT International Nickel Indonesia (INCO), pendahulu Vale Indonesia, untuk memperoleh barang kebutuhan pokok di Sorowako. Seiring perubahan waktu dan dinamika ekonomi setempat, koperasi tersebut berkembang menjadi badan usaha yang mengelola berbagai layanan.
Saat ini, Kopkar Vale memiliki lebih dari 1.300 anggota. Layanannya mencakup sektor ritel dan simpan pinjam. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana lembaga yang berangkat dari kebutuhan bersama dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan anggotanya.
Ketua Kopkar Vale, Muhammad Parawansa Lamude, mengatakan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting agar koperasi tetap relevan di tengah dinamika ekonomi Sorowako.
“Koperasi tumbuh dari kebutuhan bersama. Di tengah dinamika ekonomi Sorowako, kami terus berinovasi dan membangun kemitraan agar koperasi tetap relevan serta memberikan manfaat kesejahteraan yang berkelanjutan bagi para anggota,” ujarnya.
Koperasi memiliki karakter yang berbeda dari perusahaan pada umumnya karena berangkat dari kepentingan dan keanggotaan bersama. Melalui pengelolaan yang baik, koperasi dapat menjadi wadah bagi anggota untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sekaligus mengembangkan usaha secara kolektif.
Perjalanan Kopkar Vale juga menjadi bagian dari gambaran bagaimana aktivitas ekonomi di Sorowako berkembang bersama perubahan kawasan tersebut. Namun, keberlanjutan koperasi tetap bergantung pada tata kelola yang sehat, kemampuan berinovasi, serta manfaat nyata yang diterima para anggotanya.
Kolaborasi untuk Ekonomi yang Lebih Inklusif
Semangat penguatan ekonomi lokal turut mewarnai Pekan Expo Koperasi dan UMKM dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 6–10 Oktober 2026 di Lapangan Iniaku, Sorowako, itu mempertemukan gerakan koperasi dan pelaku UMKM dari 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Menteri Koperasi Republik Indonesia Ferry Juliantono hadir bersama jajaran pemerintah daerah serta perwakilan gerakan koperasi dan pelaku usaha. Mengusung tema “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, kegiatan ini menekankan pentingnya kerja sama pemerintah, koperasi, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat perekonomian.
Dalam kegiatan tersebut, Vale Indonesia menerima dua penghargaan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas kontribusinya dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Expo Koperasi dan UMKM 2026.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi atas dukungan perusahaan yang turut membantu kelancaran kegiatan tersebut.
Pemerintah memiliki peran dalam membangun kebijakan dan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha. Koperasi dapat memperkuat ekonomi berbasis keanggotaan, sedangkan dunia usaha memiliki ruang untuk berkontribusi melalui investasi, kemitraan, dan pengembangan kapasitas masyarakat.
Di tengah perkembangan industri nikel, tantangannya adalah memastikan kesempatan ekonomi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat setempat. Dukungan terhadap UMKM dan koperasi menjadi salah satu jalur yang dapat ditempuh, tetapi hasilnya perlu dilihat dari kemampuan usaha bertahan, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya maupun masyarakat.
Di Sorowako, upaya itu berjalan melalui beragam bentuk, mulai dari pembukaan akses pasar bagi produk UMKM hingga pengembangan layanan koperasi. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ekonomi lokal agar masyarakat tidak hanya berada di sekitar pusat pertumbuhan industri, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengambil bagian di dalamnya.TIN






