Rekonstruksi Pasca Gempa Maksimal Dua Tahun

  • Whatsapp
ad6f05a8-831e-497b-ac12-f6954fc7fe3f

PALU, MERCUSUAR- Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan arahan pada Gubernur Sulteng Longki Djanggola, masa rekonstruksi pasca gempa maksimal dua tahun.

Arahan itu disampaikan saat kunjungan Wapres bersama Sekjen PBB, Ceo Bank Dunia dan ADB, Jumat (12/10/2018) di Palu.

Wapres memberikan dorongan kepada Gubernur untuk mempercepat pemulihan dampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah
“Selambat lambatnya dua tahun sudah harus selesai proses rehabilitas dan rekontruksi dampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, termasuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, rumah ibadah, rumah sakit, dan Infrastruktur jalan,” kata Wapres.

Di hadapan Wapres, Gubernur melaporkan kondisi terakhir penanganan dampak gempa, tsunami, dan likuifaksi.

Data hingga hari Kamis (11/10), pada hari terakhir pelaksanaan evakuasi korban yang dikukan Basarnas selaku satgas Evakuasi Korban Satgasgabpad telah melakukan Evakuasi Korban Meninggal sebanyak 2.088 Korban, korban Luka Luka 4.612, korban hilang 680, dan korban tertimbun 152.

Pilihan Redaksi :  Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Ratusan Penyandang Disabilitas Meriahkan Jalan Santai

Selanjutnya jumlah bangunan rusak yang sudah terdata 68.451, pengungsi 78.994 jiwa.

Selanjutnya sesuai dengan hasil rapat lengkap pada hari Kamis 11 Oktober 2018 Gubernur meminta kepada Walikota Palu dan Bupati Sigi melaksanakan pemakaman massal secara formal sesuai dengan ajaran agama pada Lokasi BTN Balaroa, Petobo, dan Jono Oge. Gubernur juga meminta dilakukan Doa Bersama  di lokasi tersebut.

Gubernur juga telah mengeluarkan keputusan untuk memperpanjang Masa Tanggab Darurat sejak tanggal 13 sampai 26 Oktober 2018. Atas saran dan masukan sesuai kondisi yang ada pada saat ini dari kementrian lembaga dan rekomendasi teknis  dari sestama BNPB. TMU

Baca Juga