Reuni Lintas Komunitas- Lansia Jangan Takut Divaksin Covid-19

Reuni

TAIPA, MERCUSUAR –  Alumni SDN 3 Palu Angkatan 1965-1975, SMP Negeri 2 Palu Angkatan 1974-1975 dan Angkatan 19767-1977, SMPP 57 Palu, dan FISIP Universitas Tadulako Palu dan lintas komunitas menggelar reuni halalbihalal dan rekreasi bersama, Selasa (1/6/2021) di Silae Beach, Keluratan Taipa, Palu Utara. Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola yang ikut hadir sebagai salah satu alumni SDN 3 Palu berpesan agar pada alumni yang rata-rata sudah lanjut usia (lansia), agar tidak takut divaksin Covid-19.

“jangan takut untuk di vaskin Covid-19, karena itu modal kita. Apalagi lansia adalah prioritas pemerintah dalam program vaksinasi,” kata Longki saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan rauni lintas komunitas.

Para alumni begitu antusias mengikuti kegiatan yang dikemas sederhana namun begitu bersahabat. Longki mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan panitia pelaksana. Dia dalam kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat sebagai Gubernur Sulteng masih ada hal-hal yang belum bisa terlaksana, dan sekaligus berpamitan.

Menurutnya, setelah mendapatkan vaksinasi, kita bisa lebih percaya diri dan tidak tertilar covid-19 dalam situasi apapun.

insya Allah setelah vaksin kita lebih percaya diri dalam situasi apapun. Ini juga jadi modal kita untuk kemana-mana, sehingga saya berharap yang sudah lansia untuk ikut vaksinasi,” ujarnya.

Menurutnya, lansia menjadi prioritas pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi, selanjutnya masyarakat umum melalui vaksinasi gotong royong.

“Saya sudah mengimbau kepada seluruh perusahaan untuk melaksanakan vaksinasi gotong royong untuk masyarakat umum yang ada disekitar industri. Isnya Allah ini bisa terbantu untuk memenuhi target agar seluruh masyarakat di Sulteng mendapatkan vaksinasi,” kata Longki.

Menurut Longki, angka covid-19 di sulteng mulai melandai, dimana data terakhir yang dilaporkan oleh kepala dinas Kesehatan Sulteng, beberapa daerah seperti kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala sudah masuk zona Kuning. 

Selanjutnya Kabupaten Poso masuk zona Jingga, dan zona merah hanya di kabupaten Banggai dan Buol. Dengan kondisi ini, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan tidak perlu diperketat, namun tetap harus mematuhi protokol Kesehatan (Prokes).

Sementara untuk pembelajaran tatap muka di sekolah, kata dia, selama belum masuk zona hijau covid-19, belum bisa diizinkan.

“Kita lihat perkembangan kedepannya, jika sudah msauk zona hijau maka pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan, dengan ketentuan pemimpin di daerah masing-masing seperti wali kota atau bupati membuat pernyataan bertangungjawab atas pelaksanaannya,”ujarnya. TIN

Pos terkait