Siap Hadapi Perubahan, BI Sulteng Gelar IHT

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Perubahan zaman yang begitu cepat tidak hanya dirasakan  di beberapa negara, tapi terjadi secara global, termasuk di Indonesia dan Sulteng secara khusus.  Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng harus mempersiapkan diri agar tidak tertinggal dari transformasi zaman tersebut. Untuk itu, pada Sabtu (7/4/2018) lalu di The Sya Hotel Regency, BI Sulteng menggelar In House Training (IHT) yang melibatkan seluruh karyawan-karyawati organik BI Sulteng.

BI mengundang langsung speaker, motivator dan author, Remaja Tampubolon dengan mengangkat tema Transformasi Tiada Henti. Kepala BI Sulteng, Miyono menjelaskan, melalui IHT tersebut, para karyawan diharapkan bisa mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai perubahan zaman yang begitu cepat agar tidak tergilas atau tertinggal dengan perubahan atau transformasi yang sedang terjadi.

Pilihan Redaksi :  Masyarakat Diminta Petuhi Prokes, Gubernur: Kita Bersama Bantu Bangsa dan Negara

Berita Terkait

“Dengan begitu, kita karyawan-karyawati BI Sulteng siap menghadapi perubahan apapun. Baik itu dirotasi, mutasi hingga menerima job-job baru, kita siap dan tidak kaku,” ujarnya. Siap menghadapi perubahan juga berdampak positif dengan kinerja dan karir para karyawan-karyawati BI, karena mereka sudah memiliki kesiapan untuk lebih mudah beraptasi, fleksibel dan tidak kaku dalam bidang apapun.

“Dalam menghadapi perubahan tentunya kita akan mendapatkan tantangan dan hal baru,” jelasnya. Remaja Tampubolon juga menjelaskan, sejalan dengan proses transformasi yang masih terus berjalan di Bank Indonesia, tujuan untuk terus membangkitkan motivasi akan terus berlanjut. Melalui transformasi, masih banyak hal yang perlu diperbaiki, bahkan hal yang sudah diperbaikipun masih punya cela untuk diperbaiki lagi. “Manusia yang baik itu adalah manusia yang setuju dengan perubahan,” jelasnya. Dirinya juga menjelaskan, banyak instansi dan perusahaan yang memberikan banyak pelatihan atau training tapi tidak pernah memberikan motivasi apapun terhadap karyawan-karyawatinya, sehingga tidak ada peningkatan keterampilan dan kesadaran akan pentingnya perubahan tersebut. RES

Baca Juga