SMAN 2 Palu Kurbankan Enam Ekor Sapi

  • Whatsapp
HLL

PALU, MERCUSUAR – Tahun ini SMAN 2 Palu kembali mengurbankan enam ekor sapi, yang berasal dari sumbangan para guru sebanyak empat ekor dan sumbangan OSIS sebanyak dua ekor.

Pemotongan hewan kurban dilaksanakan di sekolah pada Kamis (23/8/2018). Seluruh daging hewan kurban tersebut, langsung disalurkan kepada para siswa yang kurang mampu, masyarakat sekitar yang kurang mampu, panti asuhan, hingga para guru di sekolah. Mereka sudah menyiapkan kupon bagi yang menerima bantuan daging kurban.

Berita Terkait

Kepala SMAN 2 Palu, Eddy Siswanto mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada para guru dan OSIS, yang telah memberikan bantuan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Pilihan Redaksi :  DPRD Sulteng Akan Telaah Laporan BPK

“Kami berupaya dengan adanya pemotongan hewan kurban di sekolah, bisa memberikan banyak pelajaran kepada para siswa, terutama dalam hal saling berbagi antar sesama. Kita tahu, berbagai antar sesama yang kurang mampu sangat banyak memberikan manfaat, karena mereka bisa terbantu untuk mendapatkan daging kurban, yang selama ini mereka sulit untuk membelinya karena harganya mahal,” katanya.

Dengan adanya pemotongan hewan kurban, para siswa juga bisa langsung terlibat dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat, maupun para siswa lainnya yang kurang mampu. Ini juga bisa menjadi pelajaran buat mereka untuk kedepannya, bisa memberikan sumbangan berupa hewan kurban setiap Hari Raya Idul Adha.

“Siswa di sekolah sebenarnya tidak hanya diberikan pendidikan akademik, tetapi juga non akademik, seperti memberikan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu. Ini juga sebagai bentuk pendidikan karaker para siswa, yang saat ini lagi di prioritaskan oleh pemerintah,” terangnya.

Pilihan Redaksi :  Jumlah Perkara Tipikor 2021 Naik

Pihaknya berupaya agar kegiatan seperti ini bisa terus rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Makanya kedepannya, jumlah hewan kurban ini akan terus ditingkatkan agar semakin banyak siswa maupun masyarakat yang kurang mampu mendapatkan bantuan. UTM

Baca Juga