SMPN 14 Palu Laksanakan Griya Penerima Revitalisasi

Kepala BPMP Sulteng, Muhammad Anis didampingi Kepala Disdikbud Kota Palu, Hardi dan Kepala SMPN 14 Palu, Bahrija saat memantu pelaksanaan Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi, Sabtu (18/10/2026).FOTO: RUSTAM/MS.

BESUSU TENGAH, MERCUSUAR — Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi pelaksanaan Open House atau Gelar Griya Sekolah Penerima Revitalisasi di SMP Negeri 14 Palu. Kegiatan tersebut sekaligus menandai penyerahan hasil program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

Kepala BPMP Sulteng, Muhammad Anis menjelaskan, program revitalisasi sekolah mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Program ini bertujuan memastikan sekolah memiliki bangunan yang layak, aman, serta didukung fasilitas sanitasi yang memadai.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi sekolah yang atapnya bocor atau tidak punya toilet. Hari ini kita buktikan SMP Negeri 14 Palu telah mendapatkan berbagai program revitalisasi, mulai dari pembenahan ruang kelas, lingkungan, hingga sarana toilet,” ujarnya, Sabtu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, bersama unsur komite sekolah. Keterlibatan komite dinilai penting untuk mendukung pengawasan dan pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Selain perbaikan infrastruktur, pemerintah juga mendorong digitalisasi pendidikan melalui bantuan papan interaktif digital. Setiap sekolah direncanakan memperoleh lima unit perangkat untuk mendukung pembelajaran yang lebih modern dan interaktif. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan sarana pembelajaran antara sekolah di perkotaan dan wilayah pelosok.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Palu, Hardi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program revitalisasi serta bantuan sarana pembelajaran digital bagi sekolah-sekolah di Kota Palu. Menurutnya, dukungan tersebut membantu meningkatkan kualitas pendidikan, terutama melalui penerapan pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan.

Hardi menambahkan, pemanfaatan papan interaktif digital dapat membuat materi pelajaran lebih menarik, efektif, dan kontekstual. Teknologi tersebut juga memudahkan guru menyampaikan materi secara interaktif sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Karena itu, ia berharap seluruh fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru maupun peserta didik.

Ia mengungkapkan, sekolah-sekolah di Kota Palu yang telah menginput data sudah menerima bantuan papan interaktif digital pada tahap pertama. Pemerintah Kota Palu juga memperoleh informasi awal mengenai rencana penambahan sekitar tiga unit papan interaktif digital untuk setiap sekolah pada tahap berikutnya tahun ini. UTM

Pos terkait