Sulteng Butuhkan Guru SMK Produktif

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Untuk meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Atas (SMK) di Sulawesi Tengah (Sulteng), Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulteng, Hatijah Yahya, akan mengusulkan program penjaringan tenaga pengajar produktif sebanyak 386 orang di tahun 2019.

Hal ini sebagai bentuk respon, masih minimnya jumlah guru produktif ditingkat SMK di Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut dia, tantangan pendidikan SMK di Sulteng saat ini, adalah ketersediaan guru yang berkompetensi.

Berita Terkait

Pasalnya, sumber daya manusia yang bermutu, hanya bisa dilahirkan dari tenaga pengajar yang berkompetensi. Tanpa adanya guru yang berkompetensi, SMK tidak akan mungkin melahirkan lulusan yang bermutu.

Pilihan Redaksi :  Desember, Bantuan UMKM Bakal Disalurkan

“Oleh karena itu, saya berencana di tahun 2019, mengusulkan agar ada penyediaan dana untuk mencari guru-guru produktif yang berkompetensi, yang akan ditempatkan di sejumlah SMK di daerah-daerah yang membutuhkan tenaga pengajar produktif. Mereka akan dihonor,” katanya, Jumat (27/4/2018).

Hal ini sangat memungkinkan, mengingat para tenaga pengajar honor itu tidak perlu langsung diangkat menjadi PNS, sehingga tidak menjadi beban daerah atau negara dalam waktu panjang, dalam hal pembiayaan.

“Untuk menyelesaikan persoalan ini, negara harus hadir. Artinya, pemerintah daerah harus bisa mendukung adanya pengangkatan tenaga pengajar produktif yang masih berstatus honorer di SMK. Sebab, jika hal itu tidak dilakukan maka SMK akan terus menciptakan pengangguran, karena tidak berkompetensi,” jelasnya.

Pilihan Redaksi :  KASUS PENGGANTIAN JEMBATAN TORATE CS, Pelaksana Lapangan Dituntut Delapan Tahun Penjara

Perlu diketahui kata Hatijah, secanggih apapun sarana prasarana yang dimiliki sekolah, tanpa didukung tenaga pengajar yang berkompeten, maka SMK tetap tidak akan bisa melahirkan lulusan yang berkompetensi tinggi.

Sementara SMK itu diharapkan dapat melahirkan tenaga-tenaga terampil yang bisa berwirausaha. Sebab, SMK dirancang menjadi pencipta lapangan pekerjaan, bukan pencari lapangan kerja. Dengan begitu, keunggulan SMK sebagai sekolah kejuruan betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat. UTM

 

Baca Juga