Tim Untad Laksanakan FGD Bahas Pelibatan UKM Dalam Belanja Pemda Melalui e-Marketplace

  • Whatsapp
IMG-20220805-WA0061-5e15b5bf

PALU, MERCUSUAR – Tim Peneliti dari Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), Jumat (5/8/2022), bertempat di Jazz Hotel Palu. FGD ini mengambil tema Resistensi Usaha Kecil Menengah (UKM) Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Pelibatan Dalam Pengadaan Belanja Langsung Pemerintah Daerah Dengan E-Marketplace.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto, dalam sambutannya berharap, dengan FGD ini, UKM di Kota Palu semakin melek digital, sesuai harapan Presiden RI, Joko Widodo, dengan mendaftarkan produknya pada e-Katalog, baik lokal maupun nasional.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Gubernur Bahas Vaksinasi Covid-19 Bersama Kabinda

“Pemkot Palu juga berkomitmen membelanjakan produk lokal sebesar Rp250 Milyar. Ini peluang yang harus ditangkap oleh pelaku UKM. Untuk itu, kepada UKM, harus mengikuti mekanisme, yakni melakukan pendaftaran melalui e-Katalog,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau UKM yang ada di Kota Palu, agar mengurusi segala administrasi yang berkaitan dengan perizinan UKM. Hal ini kata dia, akan bermuara pada peluang perluasan pemasaran, baik di ranah konvensional, maupun di ranah digital.

“Apalagi OPD saat ini harus melakukan pengadaan barang dan jasa, sesuai yang ada di e-Katalog,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kota Palu, Faiz Zubaidi menjelaskan, e-Katalog lokal memudahkan dalam sistem pengadaan, yang memungkinkan peran UMKM di daerah dalam perputaran uang di daerah. Pihaknya juga mengapresiasi pelaksanaan FGD ini, untuk semakin mempopulerkan penggunaan e-Katalog dan e-Marketplace kepada UKM di Kota Palu.

Pilihan Redaksi :  Festival Kebangsaan, Wawali Berharap Tidak Hanya Berlangsung Tahun Ini 

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FEB Untad, Dr. Fikri Karim S.E., Ak., M.Acc, dalam sambutannya mengatakan, lewat FGD ini, perguruan tinggi mencoba ikut terlibat dalam pengembangan ekonomi lokal. Apalagi kata dia, pascabencana 2018, tren UKM di Kota Palu dan Sulteng semakin naik.

“Perguruan tinggi melalui penelitian yang dilakukan, mencoba menawarkan sebuah open source yang dinamakan e-marketplace, dengan melihat peluang serta tren yang ada, yakni mengoptimalkan teknologi informasi,” ujarnya.

Dengan kehadiran e-Katalog maupun e-marketplace ini, pelaku usaha menjadi pemain utama dan diharapkan secara aktif dan produktif, terutama dalam hal legitimasi dan perizinan UKM, untuk menghadapi tantangan dunia digital.

Pilihan Redaksi :  Gubernur Bahas Vaksinasi Covid-19 Bersama Kabinda

“UKM terbukti mampu menghadapi tantangan jaman, baik resesi, bencana alam, maupun bencana non alam. Untuk itu potensi ini harus dikembangkan, dengan perhatian dari semua pihak,” ujarnya.

Ketua Tim Peneliti, Dr. E., Femilia Zahra, SE., M.Sc. mengatakan, FGD ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian pihaknya, yang didanai oleh DRPM Kemenristek Dikti.

Baca Juga