Untad dan Pemkab Banggai Kepulauan Kerja Sama Perkuat Riset Daerah

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Universitas Tadulako (Untad) dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, di Ruang Kerja Rektor Untad, Kamis (8/10/2026). FOTO: DOK HUMAS UNTAD

TONDO, MERCUSUAR — Universitas Tadulako (Untad) dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat pembangunan daerah berbasis riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ruang Kerja Rektor Untad, Kamis (8/10/2026). Penandatanganan PKS secara khusus melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Banggai Kepulauan dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untad.

Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, mengatakan daerahnya memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, pertanian, dan geopark. Namun, pengembangan potensi tersebut masih menghadapi kendala keterbatasan sumber daya manusia serta minimnya kajian dan riset mendalam.

“Kami membutuhkan pemikiran akademis dari Universitas Tadulako sebagai jantung pendidikan di Sulawesi Tengah yang memiliki para pakar dan tenaga ahli untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar Rusli.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Ar. Amar, menegaskan bahwa kerja sama harus diwujudkan dalam program konkret, bukan berhenti pada penandatanganan dokumen. Setiap program, menurut dia, perlu memiliki target indikator, jadwal, dan penanggung jawab yang jelas agar dampaknya dapat diukur.

Untad siap mendukung pengembangan Banggai Kepulauan melalui peningkatan kapasitas SDM, termasuk program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pendidikan vokasi, dan beasiswa. Kolaborasi juga mencakup riset sektor kelautan, mitigasi bencana, kesehatan masyarakat, penanganan stunting, eliminasi tuberkulosis (TB), tata kelola pemerintahan, serta digitalisasi UMKM.
Amar menyebut kolaborasi, inovasi, implementasi, dampak, dan keberlanjutan sebagai lima prinsip utama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut.

Melalui kemitraan ini, Untad dan Pemkab Banggai Kepulauan berharap hasil riset dan keahlian akademik dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan daerah sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. */JEF

Pos terkait