UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Datokarama Palu Laksanakan Tes BTQ, Petakan Kemampuan BTQ Mahasiswa

  • Whatsapp
MAHAD-78c874de
FOTO: Dr. Tamrin, M.Ag.

PALU, MERCUSUAR – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ma’had Al-Jami’ah UIN Datokarama Palu melaksanakan tes baca tulis Alquran (BTQ), bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tes ini sendiri dilaksanakan untuk memetakan kemampuan BTQ mahasiswa yang akan melaksanakan PPL dan KKN.

“Mengapa tes ini dilakukan kepada mahasiswa yang akan turun PPL dan KKN, karena kemampuan BTQ ini adalah kebutuhan di tengah masyarakat, terutama yang membutuhkan bimbingan BTQ dari mahasiswa PPL/KKN. Untuk itu, tes ini dilaksanakan, agar mahasiswa yang akan turun PPL/KKN dapat memperbaiki kemampuan BTQ-nya,” ujar Kepala UPT Ma’had Al-Jami’ah UIN Datokarama Palu, Dr. Tamrin, M.Ag.

Pilihan Redaksi :  Wali Kota Usulkan Pembuatan Stimulus Stunting 

Berita Terkait

Menurut Dr. Tamrin, dari hasil tes BTQ bagi mahasiswa yang akan turun PPL dan KKN sejauh ini, dapat dipetakan bahwa kemampuan membaca Alquran mahasiswa UIN Datokarama Palu sudah baik, walupun baru sebagian kecil yang mampu membaca Alquran dengan tartil dan tilawah yang baik. Kemudian untuk penulisan Alquran menurutnya masih banyak mahasiwa yang mengalami kesulitan. Hal ini karena faktor asal sekolah mahasiswa yang tidak semuanya berasal dari madrasah atau sekolah keagamaan.

“Sekolah umum seperti SMA/SMK cenderung tidak terlalu fokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam hal penulisan Alquran,” ujarnya. 

Pilihan Redaksi :  Wim Resmi Jadi Ketua DPC Demokrat Palu

Kegiatan pembinaan BTQ di UIN Datokarama sendiri kata Dr. Tamrin, sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Hal ini kata dia, dilandasi dengan tuntutan bahwaa lulusan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), harus memiliki kemampuan BTQ yang baik.

“Jadi, mahasiswa minimal memiliki kemampuan membaca Alquran dengan lancar, kalau memungkinkan dengan tajwid dan tartilnya,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan ini kata dia, seharusnya sudah dilakukan sejak penerimaan mahasiswa baru, dalam rangka memetakan mutu BTQ calon mahasiswa baru, kemudian tahap ini ditindaklanjuti dengan program lanjutan di Ma’had Al Jami’ah. Adapun program lanjutan ini antara lain, mereka yang memiliki kemampuan BTQ bagus, akan mendapat pembimbingan, mulai dari tahzin dan tilawah, juga seni menulis Alquran.

Pilihan Redaksi :  Wim Al-Amri Resmi Jadi Ketua DPC Demokrat Kota Palu

Dalam pelaksanaan tes BTQ kata dia, jika ada mahasiswa yang kemampuan BTQ-nya belum mumpuni, maka akan diupayakan bimbingan, baik itu oleh tutor sebaya maupun bimbingan di mahad itu sendiri. JEF

Baca Juga