Wali Kota Minta Didorong Jadi Agenda Nasional

  • Whatsapp
PIKUL MANDURA- Sekdaprov Sulteng Hidayat Lamakarate bersama Wali Kota Palu Hidayat dan Bupati Sigi Irwan Lapata membaur dengan warga memikul mandura dari Mesjid Jami Kampung Baru diarak ke panggung acara Kampung Baru Fair ke-III, Kamis (21/6/2018) malam. Foto lain, menabuh gendang (gimba) tanda dimulainya acara tersebut. FOTO: ANDI BESSE/MS

BARU, MERCUSUAR- Pembukaan Kampung Baru Fair (KBF) tahun 2018, yang dilaksanakan di simpang Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Agus Salim, Kelurahan Baru, Kecamatan Palu Barat, Kamis (21/6/2018) malam, berlangsung semarak. Iven tahunan tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Palu, Hidayat, ditandai dengan penabuhan gimba (gendang), oleh Wali Kota Palu, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Hidayat Lamakarate, Bupati Sigi, Moh Irwan Lapata, serta Ketua Panitia KBF 2018.

Sebelum pembukaan, Wali Kota Palu bersama Sekdaprov Sulteng dan Bupati Sigi, turut mengarak gunungan Mandura, usai pelaksanaan halal bihalal Lebaran Mandura di Masjid Jami Kelurahan Baru, menuju venue utama pelaksanaan Kampung Baru Fair 2018.

Pilihan Redaksi :  Dukung Pariwisata Sulteng, Puluhan Peserta Ikuti English For Tourism

Berita Terkait

Wali Kota Palu, Hidayat, dalam sambutannya berharap, tahun depan Kampung Baru Fair bisa berubah nama menjadi Festival Mandura atau nama lainnya, agar dapat didorong menjadi agenda nasional bersama sejumlah agenda Pemerintah Kota Palu lainnya, seperti Festival Pesona Palu Nomoni dan Festival Raodha. Dengan begitu, KBF atau Festival Mandura gaungnya akan menasional dan menjadi ciri khas Sulawesi Tengah dan Kota Palu, khususnya Kelurahan Baru.

Hidayat juga meminta agar panitia segera memasukkan alokasi penganggaran pelaksanaan KBF tahun 2019 kepada Pemkot, agar dapat dimasukkan dalam rencana alokasi penganggaran tahun 2019. Hal ini kata dia, sebagai bentuk harapan dan dukungan Pemkot terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

Pilihan Redaksi :  Spesialis Pembongkar Sadel Motor Dibekuk

Kampung Baru Fair sendiri akan berlangsung selama tiga hari, yakni 21-23 Juni 2018, dengan aneka rangkaian kegiatan dengan tiga tema besar, yakni hari pertama dengan tema Religi, hari keuda dengan tema Tradisi, serta hari ketiga dengan tema urban. Kegiatan ini juga diramaikan dengan stan kuliner khas Kaili, pertunjukkan musik, budaya, serta pameran foto Palu tempo dulu. JEF/ABS

Baca Juga