Wawali Serahkan Bingkisan Kepada Guru SMPnya

  • Whatsapp

TANAMODINDI, MERCUSUAR- Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said menyerahkan penghargaan kepada para guru, terlebih khusus kepada dua guru yang pernah mendidiknya, saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Palu di halaman Kantor Wali Kota Palu, Rabu (2/4/2018).

Upacara Hardiknas kali ini, sedikit bernuansa berbeda karena para guru yang mengikuti upacara menggunakan pakaian adat daerah dari seluruh Indonesia. Pada kesempatan itu, wawali menyempatkan memberikan cenderamata kepada  guru yang pernah mendidik dirinya sewaktu masih duduk di bangku SMP yakni Lidya Heruningsih Sambeta, S. Pd.,M.Pd dan Hj. Kasturi, S. Pd, penyerahan bingkisan itu penuh dengan suasana haru, karena pertemuan guru dan anak didik yang sudah lama terpisah.

Pilihan Redaksi :  Aplikasi Mom’s Care, Raih Penghargaan Inovasi Cegah Stunting

Berita Terkait

Saat ditanya mengapa hanya menyebut dua orang guru tersebut,Sigit mengungkapkan, saat dirinya bersekolah dahulu kedua guru itulah yang dianggap begitu dekat dengan dirinya dan siswa-siswa lainnya, mereka sudah menganggap kedua guru itu layaknya orang tua kandung.

“Kenapa istimewa, mereka luar biasa bagi saya karena saya bisa berdiri disini sebagai Wakil Wali Kota tidak lepas dari buah tangan dan jasa mereka, mereka guru yang baik. Dulu kami dekat bukan hanya sebatas antara guru dan murid tapi sudah seperti antara orang tua dan anak,” ungkapnya.

Pilihan Redaksi :  KASUS PENGGANTIAN JEMBATAN TORATE CS, Pelaksana Lapangan Dituntut Delapan Tahun Penjara

Peringatan Hardiknas di meriahkan beberapa pertunjukan, diantaranya marching band, tarian Pokambu, musik Angklung, pidato anak,  dan musik teku-teku dari siswa SMP 15 Palu. Wawali tak lupa juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah berlelah mendidik, demi menciptakan generasi bangsa yang cerdas.

“Kepada Kadis Pendidikan Kota Palu beserta jajarannya yang telah menjadi inisiator pelaksanaan kegiatan yang begitu luar biasa kemasannya, memperlihatkan kepada kita betapa nilai-nilai toleransi, kekeluargaan dan kegotongroyongan yang merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya. ABS

Baca Juga