MOROWALI, MERCUSUAR-Keputusan mengejutkan dilakukan oleh Bupati Morowali, Anwar Hafid, dalam rapat koordinasi bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berlangsung di ruang rapat kantor Bupati Morowali Bumi Fonuasingko, Senin (02/04/2018).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Faruk Djibran dinonjob, alias dicopot dari jabatannya. Anwar Hafid yang coba dikonfirmasi via gawai tidak berhasil dihubungi karena tidak aktif.
Sementara, Kadis Perindag, Faruk Djibran, yang dikonfirmasi mengatakan tidak mengetahui apa penyebab dirinya dinonjob, dan menjelaskan sedang berada di Kota Palu dalam rangka mengikuti pertemuan dengan pihak Kementerian Perindustrian yang tidak bisa diwakili.
Faruk juga mengaku, keberangkatannya telah meminta izin kepada Bupati dan mengantongi surat tugas dari Wakil Bupati, S U Marunduh. “Saya tidak tau juga apa kesalahan saya, saya sekarang ada di Palu untuk mengikuti pertemuan, dimana seluruh Kadis se-Sulteng juga hadir. Saya juga sudah meminta izin kepada beliau dan dilengkapi dengan surat tugas dari Pak Wabup,” ujarnya.
Namun demikian, Faruk menerima keputusan tersebut dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. “Yah, mau di apa, saya terima saja, semua saya serahkan kepada Allah SWT,” jelasnya.
Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Morowali, Mohammad Jafar Hamid, yang dikonfirmasi via pesan elektronik Whats App (WA) menuturkan, penonaktifan Faruk Djibran karena tidak menjalan tugas dengan baik, namun tidak dijelaskan secara rinci.
“Kadis Perindag tidak menjalankan tugas dgan baik sesuai ketentuan berlaku bahkan sudah menyalahi etika dan norma kepegawaian yang semestinya sebagai seorang PNS apalagi pejabat disamping taat pada aturan yang berlaku juga harus menghormati dan menjunjung tinggi etika dan norma-norma kepegawaian,” jelas Sekkab, lewat aplikasi whatsapp. BBG