KOLONEDALE, MERCUSUAR – Mengingat peran strategis yang dimiliki Penyuluh Agama Islam Non PNS, menjadi sebuah keharusan bagi Kementerian Agama, untuk dapat terus memberikan arahan, bimbingan serta pembinaan, agar apa yang menjadi tujuan dari penyuluhan agama, mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Hal itu pula yang menjadi dasar bagi Kemenag Kabupaten Morowali Utara (Morut) melaksanakan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Non PNS se-Kabupaten Morut, Jumat (18/3/2022).
Pembinaan Penyuluh dilaksanakan di aula Gedung PLHUT Kankemenag Morut, dan dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Morut, Marwiah. Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Morut memotivasi seluruh PAI Non PNS, agar senantiasa melaksanakan tugas dan perannya dengan penuh rasa tanggung jawab. Namun, selain tugas lapangan yang tidak ringan tersebut, Kepala Kemenag Morut juga mengingatkan PAI Non PNS, untuk tetap memperhatikan proses administratif yang harus dipenuhi oleh setiap PAI Non PNS.
Berkaitan dengan persyaratan admnistrasi yang harus dipenuhi oleh PAI Non PNS lanjut Marwiah, dalam rangka proses pencairan intensif penyuluh setiap bulan, terutama sejak penggunaan aplikasi Elektronik Penyuluh Agama (e-PA) oleh PAI Non PNS Kab. Morowali Utara sejak Januari 2022.
“Saya berharap seluruh PAI Non PNS aktif menggunakan aplikasi tersebut dan selalu berkoordinasi dengan PIC e-PAI tingkat Kemenag Kabupaten Morut” harapnya.
Sehubungan dengan hal itu pula, dalam Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam Non PNS kali ini, PIC e-PA Kemenag Morut, Amrillah, memberikan bimbingan tekhnis tentang cara penggunaan aplikasi e-PAI. Pada kesempatan itu juga, dilakukan diskusi dan tanya jawab seputar kendala yang dihadapi dalam penggunaan e-PA selama ini di masing-masing daerah, terutama di daerah dengan sinyal internet yang kurang baik. */JEF