DENPASAR, MERCUSUAR – PT Pertamina Patra Niaga akhirnya angkat bicara menanggapi video viral seorang pegawai SPBU yang melayangkan protes kepada Gubernur Bali, Wayan Koster. Aksi protes ini muncul akibat kelelahan ekstrem yang dialami petugas saat melayani antrean panjang kendaraan di Denpasar, menyusul instruksi perpanjangan jam layanan yang memicu peningkatan beban kerja signifikan bagi para pegawai SPBU tersebut.
Pihak Pertamina menegaskan sangat memahami peningkatan beban kerja yang dirasakan para operator di lapangan. Kondisi ini merupakan imbas dari penguatan operasional dan instruksi perpanjangan jam layanan pengisian BBM.
“Kami memahami tingginya peningkatan beban kerja yang dirasakan para operator di lapangan,” kata Area Manager Communication Relations dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatim Balinus, Ahad Rahedi.
Pertamina kini terus berkoordinasi dengan para pengelola SPBU untuk menata ulang pengaturan jam kerja para karyawan. Langkah ini dilakukan agar sistem pergantian jam kerja serta waktu istirahat petugas, termasuk bagi pegawai SPBU protes Gubernur Bali, tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Selain menata jadwal giliran kerja, Pertamina juga mengambil langkah tak biasa untuk meringankan beban pegawai SPBU protes Gubernur Bali di lapangan. Pertamina resmi menggandeng Kodam IX Udayana guna meminta perbantuan personel TNI aktif sebagai operator SPBU tambahan. Keterlibatan para prajurit TNI diharapkan mampu memangkas tingkat kelelahan petugas sekaligus menjamin keselamatan serta kelancaran pelayanan warga, terutama di tengah isu pegawai SPBU protes Gubernur Bali.
Sementara itu, antrean kendaraan untuk mendapatkan pasokan BBM di Denpasar dan Badung dilaporkan masih mengular. Guna mencegah kekacauan, Polresta Denpasar telah menyiagakan sebanyak 588 personel kepolisian. Ratusan aparat ini diterjunkan langsung untuk mengamankan puluhan SPBU serta mengatur arus lalu lintas di sekitarnya. Insiden pegawai SPBU protes Gubernur Bali menjadi perhatian serius.
Polisi berupaya mengedepankan pendekatan persuasif agar antrean panjang tidak sampai meluber dan melumpuhkan jalan raya. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait kini berupaya keras menuntaskan persoalan antrean bahan bakar di Pulau Dewata. Publik pun berharap distribusi BBM kembali pulih sepenuhnya tanpa mengabaikan batas fisik dan kesehatan para pekerja, khususnya para pegawai SPBU protes Gubernur Bali.TIN






