Farid Pacci: Kepedulian Anwar Hafid terhadap Sepak Bola Sudah Teruji

PALU, MERCUSUAR – Mantan Ketua Panitia Piala Berani Donggala, Muh Farid Pacci, menilai Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, sebagai sosok yang sangat layak memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah.

Pandangan tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Farid, rekam jejak Anwar Hafid dalam mendukung perkembangan sepak bola di Sulawesi Tengah telah terbangun jauh sebelum dirinya menjabat sebagai gubernur.

Farid menilai, perhatian Anwar Hafid terhadap sepak bola bukan sekadar muncul ketika menduduki jabatan sebagai kepala daerah. Hal itu telah dibuktikan melalui penyelenggaraan turnamen sepak bola yang menjangkau berbagai daerah di Sulteng.

Salah satu bukti yang menjadi catatan Farid adalah penyelenggaraan Anwar Hafid Cup (AH Cup) yang kala itu mampu digelar di 13 kabupaten/kota. Inisiatif tersebut kemudian berlanjut melalui Piala Berani yang turut mewarnai geliat sepak bola daerah pada 2026.

Bagi Farid, konsistensi tersebut menjadi gambaran bahwa Anwar Hafid memiliki kedekatan dengan sepak bola sekaligus memahami bagaimana kompetisi dapat menjadi ruang pembinaan, mempertemukan talenta-talenta lokal, dan menghidupkan gairah masyarakat terhadap olahraga paling populer itu.

Dukungan terhadap sepak bola juga dinilai berlanjut ketika Anwar Hafid memimpin Sulawesi Tengah. Salah satunya melalui pemberian bonus kepada juara Piala Soeratin tingkat provinsi. Kebijakan tersebut dipandang sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan pemain muda, pelatih, dan klub yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembinaan sepak bola.

Bagi Farid, perhatian terhadap kompetisi usia muda merupakan investasi jangka panjang. Sebab, kemajuan sepak bola daerah tidak cukup hanya bertumpu pada kompetisi senior, tetapi juga membutuhkan keberpihakan terhadap pembinaan pemain sejak usia dini.

Pandangan Farid ini muncul di tengah mulai menghangatnya dinamika menjelang Kongres Asprov PSSI Sulteng, terutama terkait pemilihan ketua untuk periode berikutnya.

Sejumlah perkembangan dalam tata kelola organisasi sepak bola daerah turut menjadi perhatian Farid, termasuk pembatalan penunjukan delapan Pelaksana Tugas (Plt) ketua Askab PSSI di sejumlah kabupaten, yang sebelumnya baru diterbitkan sekitar sebulan lebih.

“Pergantian dalam waktu relatif singkat tersebut memunculkan pertanyaan mengenai arah konsolidasi organisasi menjelang kongres. Situasi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya komunikasi, transparansi, dan kepastian dalam pengelolaan organisasi sepak bola di tingkat provinsi maupun kabupaten,” katanya.

“Sepak bola Sulawesi Tengah membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga memiliki visi pembinaan yang jelas, memperkuat kompetisi berjenjang, serta membuka ruang bagi klub-klub untuk berkembang,” ujar Farid.

Bagi Farid, pengalaman dan perhatian Anwar Hafid terhadap sepak bola menjadi alasan kuat mengapa sosok gubernur tersebut dinilai layak memimpin Asprov PSSI Sulteng.
Pada akhirnya, dinamika menjelang kongres diharapkan tetap berjalan dalam koridor organisasi yang sehat. CLG

Pos terkait