PALU, MERCUSUAR – Upaya KONI Sulawesi Tengah dalam menggelorakan program Sulteng Emas 2024 bukan hanya sebatas slogan di media cetak atau media sosial saja. KONI Sulteng di bawah kendali Ketua Umum Moh Nizar Rahmatu bahkan sudah mulai membangun pondasi program andalan ini dengan membentuk Team Work yang berisikan pemikir, intelektual maupun dari berbagai disiplin ilmu.
Tak hanya itu, KONI Sulteng yang mendapat dukungan penuh dari Gubernur Rusdy Mastura dalam mencetuskan program ide brilian, Sulteng Emas 2024 ini juga membidik atlet-atlet berprestasi dari luar daerah Sulteng untuk menjadi bagian dari Sulawesi Tengah di PON XXI Aceh-Sumut mendatang.
Dan sebuah kejutan dilakukan KONI Sulteng saat ini, yakni dengan mendatangkan perenang muda anggota timnas Indonesia di Olympiade Tokyo baru-baru ini serta peraih medali emas PON XX Papua.
“Alhamdulillah perenang Azzahra Permatahani hari ini di lepas oleh Riau dan besok (hari ini, red) mau tanda tangan kontrak dengan Jabar setelah melakukan nego dan konfirmasi pada Ketua Sulteng Emas pak Rony Tanusaputra bersama bendum Sulteng Emas di Jakarta barusan. Azzahra Inshaallah sah milik Sulteng,” ujar Ketum Nizar Rahmatu.
Siapa Azzahra Permatahani?, dalam data yang dihimpun, Zahra adalah perenang timnas Indonesia. Pada tahun 2017, cewek kelahiran 7 Januari 2002 ini memenangkan medali perak dalam gaya ganti 400 meter individu putri pada Islamic Solidarity Games 2017 yang diadakan di Baku, Azerbaijan. Walaupun lahir di Jakarta, tapi Azzahra Permatahani berasal dari Pekanbaru Riau.
Meski terbilang masih muda, tapi nama Azzahra Permatahani sudah tercacat sebagai pemegang tiga rekor nasional yakni 200 meter gaya dada putri, 200 meter gaya ganti putri, dan 400 meter gaya ganti putri. Bahkan dia berhasil menembus limit B nomor 200 meter gaya ganti putri.
Azzahra memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri dengan catatan waktu 2 menit 32,22 detik. Sebelumnya rekor tersebut dipegang oleh Vannesai Evato dengan catatan waktu 2 menit, 32,57 detik.
Azzahra Permatahani juga pernah memecahkan rekor nasional atas namanya sendiri di nomor 200 meter gaya ganti putri dengan waktu 2 menit 16,43 detik. Catatan sebelumnya, diraihnya dalam waktu 2 menit 16,71 detik di IOAC 2018.
Meminjam atlet berprestasi emas dari daerah lain, bukanlah hal yang tabu dilakukan saat ini. Paling tidak ada manfaat yang bisa ditularkan dengan kehadiran Azzahra di Sulteng terhadap perenang-perenang Sulteng .
Jika dulu, atlet Lompat Jauh Sulteng, Noval asal Parmout dan Si Spiderman asal Donggala, Aspar Jailolo “mampir” ke DKI Jakarta untuk mendongkrak posisi Jakarta dari persaingan antara Jatim dan Jabar, tentu tidak salah kalau Sulteng juga mengadopsi cara tersebut agar posisi Sulteng bisa lebih baik lagi dari PON sebelumnya. CLG