The King Ken, Julukan Baru Coach Ken Usai Bawa Labuan Beru Juara Zona 7

Coach Ken, arsitek Labuan Beru U17, juara Piala Soeratin Nasional Zona 7. FOTO : IST

PALU, MERCUSUAR – Pelatih kepala Labuan Beru FC U17, Muh Farid alias Coach Ken, kembali membuktikan kapasitasnya sebagai peracik strategi. Setelah mengantarkan Labuan Beru menjadi juara Piala Soeratin U17 Seri Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Coach Ken sukses membawa timnya menjuarai Seri Nasional Zona 7 di Manado, Sulawesi Utara.

Berkat prestasi tersebut, Coach Ken mendapat julukan “The King Ken” dari warga Manado dan para suporter. Julukan itu menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilannya membawa Labuan Beru melewati persaingan di Zona 7 sekaligus mewujudkan target yang telah dicanangkannya sejak awal.

“Ketika Labuan Beru juara di seri provinsi Sulteng, target saya berikutnya adalah juara di Seri Nasional Zona 7 di Manado. Alhamdulillah, target itu sudah tercapai,” ungkap Coach Ken.

Namun, bagi pelatih yang dikenal menyukai tantangan ini, keberhasilan di Manado bukanlah garis akhir. Ia kini mengarahkan fokus untuk membawa Labuan Beru bersaing memperebutkan gelar juara nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

“Kalaupun di IKN kami harus bertarung dengan tim-tim unggulan lainnya, itu bukan masalah. Saya suka tantangan. Semakin tinggi tantangannya, semakin mantap kami meracik taktik,” tegasnya.

Bagi Coach Ken, Ia ingin menjadi sosok yang selalu hadir memberikan dukungan ketika para pemainnya berjuang menjalankan instruksi di lapangan.

“Saya akan selalu berdiri di depan pemain saya saat mereka berlari melaksanakan strategi yang saya instruksikan. Saya tidak akan pernah duduk sampai pemain saya berhenti berlari atau peluit terakhir berbunyi, sebab saya menghargai keringat dan perjuangan pemain, dan kami bisa juara,” katanya.

Keberhasilan Labuan Beru juga tidak terlepas dari kolaborasi Coach Ken bersama asisten pelatihny, Coach Arif. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun kekuatan tim.

Coach Ken dikenal sebagai peracik taktik, sementara Coach Arif berperan sebagai pencari bakat pemain. Duet kedua pelatih tersebut membuktikan bahwa dengan perencanaan, pemilihan pemain, dan strategi yang tepat, Labuan Beru mampu mencetak gol, meraih kemenangan, hingga keluar sebagai juara. CLG

Pos terkait