Wasit Futsal Wanita Bicara RA Kartini

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Sosok RA Kartini selalu tak lepas jadi topik pembicaraan seputar emansipasi wanita. Upaya RA Kartini dalam memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya serta  diberikan kesempatan yang sama untuk mengaplikasikan  ilmu yang dimiliki agar tidak direndahkan derajatnya menjadikan Kartini dikenal sebagai tokoh penggerak emansipasi wanita

RA Kartini merupakan  sosok pahlawan wanita yang takkan pernah terlupakan oleh kita semua. Kartini adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang melihat bahwa kesetaraan pria dan wanita itu sama.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Perpani Sulteng Diminta Perbanyak Program Peningkatan Prestasi

Kesetaraan dan Emansipasilah  yang membuat Sanita dan Anggi Yuliana Putri,  dua calon wasit  Sulawesi Tengah yang saat ini berjuang mendapatkan lisensi wasit Futsal level III sebagai pondasi awal mereka berkarir di dunia  perwasitan.

Kursus wasit Futsal Level II dan III yang saat ini sedang berlangsung di Palu menjadi momentum bagi keduanya untuk berkarir di cabang olahraga yang lebih di dominasi pria.

Anggi Yuliana Putri  menyebut perjuangan RA Kartini di masa lalu punya pengaruh terhadap profesi wanita saat ini yang telah banyak berkarir  dalam profesi yang digeluti pria.

“Dengan melakukan hal yang sederhana dan membawa kebaikan dan manfaat bagi lingkungan sekitar sudah merupakan bentuk emansipasi, artinya menjadi wasit Futsal wanita itu sudah membawa manfaat bagi orang banyak,” ujar Anggi  di sela-sela kegiatan kursus wasit.

Pilihan Redaksi :  Korem 132/Tdl Juara Tenis Lapangan  Beregu Danrem Cup II

Makna sebenarnya dari emansipasi wanita yaitu tentang bagaimana wanita dapat berkembang dan maju dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan jati dirinya.

“Di era milenial ini, banyak  wanita masih belum paham bagaimana cara menerapkan emansipasi dengan langkah nyata. Kalau dulu Kartini berjuang agar wanita bisa mendapatkan haknya, saat ini emansipasi wanita sebenarnya juga  dapat diwujudkan dengan langkah-langkah yang lebih mudah, salah satunya adalah menjadi wasit,” ujar Sanita.

“Ketika wanita tidak menggantungkan hidupnya kepada siapapun dan belajar lebih mandiri, saya pikir itulah salah satu wujud sederhana dari emansipasi,  artinya ketika suatu saat kita berhasil maka akan bisa mandiri dengan profesi  kita,” kata Anggi mengakhiri.  CLG

Pilihan Redaksi :  Dikalahkan Abadi, Peluang Sinar Laut Belum Tertutup ke 16 Besar

 

Baca Juga