Wartawan Profesional Harus Bersertifikat

  • Whatsapp
IMG-20220202-WA0192-38381b4f

Catatan Temu Sutrisno/Wartawan Utama Mercusuar-Trimedia Group

JELANG hari pers nasional (HPN) 9 Februari 2022, pers Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Selasa (1/2/2022) saya kaget mendapat informasi dari grup WhatsApp penguji kompetensi PWI, Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2008-2018, Pak Margiono (MG) meninggal dunia. Pak MG mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Modular, Jakarta sekira pukul 09.45 WIB.

Berita Terkait

Sepekan sebelumnya, saya sempat mengirimkan permintaan doa ke teman-teman wartawan di Sulawesi Tengah untuk kesembuhan Pak MG, yang dirawat di rumah sakit.

Mendapat kabar meninggalnya Pak MG, ingatan saya langsung ke pelantikan pengurus PWI Sulteng lima tahun silam. Tahun 2016 itu, awal saya bertatap muka dan mengenal Pak MG secara langsung. Beliau datang ke Palu bersama Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang.

Setelah pelantikan itu, saya beberapa kali bertemu Pak MG dalam kegiatan PWI seperti training of trainer (ToT) untuk penguji kompetensi PWI, dan yang terakhir di Kongres PWI di Surakarta tahun 2018.

Kesan pertama, Pak MG orangnya lembut, kalem. Beliau tidak menjaga jarak, termasuk dengan saya wartawan daerah, yang jika diukur dari senioritas tentu jauh dari beliau yang sangat senior, plus ketua Umum PWI Pusat.

Usai pelantikan, beliau menyempatkan berbincang santai dengan kami.

Hal mendasar yang saya ingat dari bincang-bincang itu, Pak MG begitu bersemangat saat bicara tentang profesionalisme wartawan.

Pak MG secara tegas menyatakan, seorang wartawan yang profesional sudah harus memiliki sertifikat kompetensi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Baca Juga