Camat Kasimbar Diduga Intimidasi Warga

  • Whatsapp

PARMOUT,MERCUSUAR – Rekaman Camat Kasimbar, Abdul Manan yang diduga melakukan intimidasi kepada warganya saat mengkampanyekan salah satu pasangan calon (Paslon), beredar di salah satu akun media sosial facebook.

Informasi yang dihimpun media ini, rekaman tersebut diambil ketika Abdul Manan, menyampaikan sambutannya pada acara pesta pernikahan di Kecamatan Kasimbar.

Berita Terkait

“Bapak-bapak, ibu-ibu, saya liat dalam menghadapi Pilkada ini semua sudah jelas warna bajunya. Saya dan Masyarakat sudah tahu, mungkin masyarakat juga sudah tahu Pak Camat itu mengarah kemana. Biar saya sembunyi pasti dia tahu, jadi jawaban tidak perlu saya kasih tahu. Pertanyaan ini tidak memerlukan jawaban, tapi jawabannya itu adalah saya kemana, sudah ada bapak dan ibu-ibu yang sudah tahu. Saya juga sudah tahu semua, masyarakat saya ini ada yang sama-sama dengan saya dan ada juga tidak sama-sama dengan saya. Tidak ada masalah, yang penting dalam hal ini, kita sudah baku tahu. Maunya bapak-bapak, ibu-ibu, keluarga semua kemana saya tidak permasalahkan, tapi ada maunya besok lusa dengan saya, jangan juga permasalahkan kalau saya misalnya tidak ikuti keinginnya bapak-bapak,” ungkap Abdul Manan dalam rekaman tersebut.

Pilihan Redaksi :  Pemkab Parmout, Reviu Kinerja Penanganan Stunting

Menanggapi hal itu, Koordinator Devisi Penindakan Hukum dan Pelanggaran Panwaslu Parmout, Iskandar Mardani, Senin (23/4/2018)  mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terkait rekaman yang beredar tersebut.

Sebab, menentukan satu petunjuk apakah hal itu ada unsur pidananya atau tidak, harus bersama dengan pihak penegakan yang terdiri dari Kepolisian dan Kejaksaan.

Berdasarkan hasil komunikasi pihaknya dengan Gakumdu kata dia, masih dalam bukti petunjuk dengan format audio atau rekaman suara, hal itu perlu untuk diinvestigasi terkait sumber rekamannya, tempat dimana kejadian.

Menurut dia, ada dua hal yang diduga dari rekaman yang beredar tersebut yakni, soal pidana pemilihan dan netralitas sebagai ASN. Sebab, ada bahasa bijak, lebih arif dan tidak memprofiling masing-masing kandidat di Pilkada Parmout. Seharusnya, yang bersangkutan mengajak untuk menggunakan hak pilihnya.

Pilihan Redaksi :  Pemkab Parmout, Reviu Kinerja Penanganan Stunting

Dikonfirmasi terkait hal itu, Abdul Manan membantah melakukan intimidasi dan penekanan terhadap masyarakat Kasimbar yang tidak memilih kandidat yang didukungnya.

Menurutnya, ia tidak memaksakan masyarakat untuk memilih kandidat yang didukungnya, baik itu Paslon nomor satu, dua ataupun tiga. Seluruhnya dikembalikan kepada masyarakat, karena sudah menjadi hak masing-masing.

Sehingga, dalam sambutan yang disampaikannya di acara pesta pernikahan tersebut, dirinya menyampaikan agar masyarakat tidak bisa pula memaksakan dirinya selaku Camat untuk mendukung kemauan masyarakat.

Hanya saja, dalam sambutan itu, dirinya meminta masyarakat di Kecamatan Kasimbar agar memilih yang bisa menang dalam Pilkada, dan tidak mengarahkan pilihan kepada kandidat tertentu.

“Ada pernyataan yang saya sampaikan tidak memerlukan jawaban, yang dalam bahasa indonesia adalah pertanyaan retoris. Pernyataan saya saat memberikan sambutan saat itu disalah artikan. Saya juga menyampaikan, kemungkinan dukungan saya kepada siapa, pasti sudah diketahui. Tetapi belum tentu juga akan menang pada saat pemilihan nanti. Makanya, harus teliti karena masih ada waktu. Suhu politik di Kasimbar lain. Dalam sambutan saya saat itu, saya tidak mengarahkan masyarakat untuk memilih salah satu Paslon. Pasti itu sengaja dirubah,” ujarnya. TIA

Pilihan Redaksi :  Pemkab Parmout, Reviu Kinerja Penanganan Stunting

 

Baca Juga