SMAN 4 PALU  Persiapkan Guru Terapkan Kurikulum Sekolah Penggerak

SMAN 4 Palu-be843fec
PELATIHAN - Kepala SMAN 4 Palu, Syam Zaini, saat mengecek para guru mengikuti pelatihan untuk penerapan kurikulum sekolah penggerak, beberapa waktu lalu. FOTO: Dok. SMAN 4 Palu

LERE, MERCUSUAR – SMAN 4 Palu merupakan salah satu sekolah yang lolos seleksi sekolah penggerak di Sulteng, makanya sekolah menyiapkan seluruh guru untuk bisa menerapkan kurikulum sekolah penggerak.

Sebelumnya sekolah juga sudah melaksanakan In House Training (IHT) kepada seluruh guru yang dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng, Irwan Lahace. Dengan adanya pelatihan tersebut, maka diharapkan seluruh guru mampu melaksanakan kurikulum sekolah penggerak sesuai dengan program pemerintah pusat.

Kepala SMAN 4 Palu, Syam Zaini mengatakan saat ini pihaknya telah menerapkan kurikulum sekolah penggerak untuk siswa baru. “Sebelumnya kami memang sudah melatih 11 orang guru untuk bisa menjadi percontohan. Setelah itu kembali memberikan pelatihan kepada para guru lainnya sebagai imbas dari pelatihan tersebut, sehingga saat ini seluruh guru sudah bisa mengerti dengan tata cara penerapan kurikulum sekolah penggerak,” katanya, Selasa (3/8/2021).

Kurikulum sekolah penggerak merupakan program baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Sebelumnya sejumlah sekolah harus bisa mengikuti seleksi sekolah penggrak yang dilaksanakan langsung Kemendikbud. Setelah seleksi barulah sejumlah sekolah ditetapkan sebagai sekolah penggerak di daerah mereka masing-masing.

Walaupun begitu, hingga kini masih tetap diberikan bimbingan dan pelatihan oleh para mentor dari Kemendikbud. Setelah itu mereka bisa melaksanakan kurikulum untuk menyukseskan program pemerintah pusat tersebut. Memang pada program itu banyak perubahan yang terjadi karena merupakan program baru.

“Ada beberapa perubahan yang mendasar dengan kurikulum sebelumnya, diantaranya berkurangnya jam pelajaran setiap minggunya, tidak adanya pemilihan jurusan untuk siswa baru, beberapa pembelajaran juga sudah disederhanakan hingga aturan adiministrasi para guru juga sudah disederhanakan,”terangnya.

Pihaknya optimis dengan adanya kurikulum sekolah penggerak ini diharapkan mampu membawa suasana baru di sekolah. Walaupun memang saat ini belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka, tetapi pihaknya berupaya dengan penerapan kurikulum ini bisa memaksimalkan pendidikan di sekolah. UTM

Pos terkait