Bupati Imbau Waspadai Paham Radikalisme

HALAL BIHALAL : Bupati Sigi Muhamad Irwan Lapatta saat menghadiri Halal Bi Halal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Selasa (19/6/2018).FOTO:DOK HUMAS PEMKAB SIGI

SIGI, MERCUSUAR – Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta, mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai isu paham radikalisme, terorisme dan narkoba.

Demikian dikatakan Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta, saat menghadiri Halal Bihalal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Bora, Kecamatan Sigi Biromaru, Selasa (19/6/2018).

Hal itu disampaikan bupati lewat rilis yang dikirim oleh bagian Humas Pemkab Sigi, Rabu (20/6/2018). Dikatakan, untuk menangkal isu tersebut maka perlu meningkatkan keimanan  dan keamanan.

“Halal Bi Halal merupakan bagian dari program pemerintah daerah Kabupaten Sigi yakni Sigi Religi. Halal Bihalal ini terlaksana berkat gagasan dari Pemerintah Desa Bora serta didukung oleh seluruh masyarakat,” jelas bupati.

Bupati berharap, dengan nilai-nilai ramadan yang baru bisa mendorong menjadi satu penguatan pengamanan rumah tangga, serta masyarakat tidak mudah terprovokasi yang menyebabkan perkelahian antar desa.

Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Bora karena telah melaksanakan Halal Bihalal. “Sebagai pribadi, keluarga dan pemerintah  mengucapkan Minal’aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada seluruh masyarakat Bora dan sekitarnya,” katanya.

Tema Halal Bihalal yakni ‘Dengan Halal Bi Halal 1439 Hijriah , Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah,Insaniyah,Wathaniyah untuk Mencapai Masyarakat Yang Religi BerAkhlaqul Karimah’.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PB Alkhairaat Pusat Palu sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tengah Habib Ali Bin Muhammad Al-Djufrie, Kepala Dinas PMD Kabupaten Sigi, Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sigi, Camat Sigi Biromaru, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sigi Biromaru, Kapolsek Sigi Biromaru, Danramil, Kepala Desa Watunonju dan Oloboju, Ketua Wanita Islam Alkhairaat (WIA) Kecamatan maupun Desa, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda. Serta masyarakat Desa Bora dan anggota WIA dari Desa tetangga. AJI

Pos terkait