Bupati Sigi Hadiri Pemberian Santunan Anak Yatim

  • Whatsapp
FOTO SANTUNAN

SIGI, MERCUSUAR – Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta menghadiri kegiatan santunan kepada anak yatim piatu yang digelar oleh Kerukunan Keluarga Jawa Sulawesi Tengah (KKJST) di kompleks Musholla Al-Hidayah Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Minggu (16/9/2018). Kegiatan itu dalam rangka memperingati tahun baru islam 1440 Hijriyah.

Bupati menyatakan pemberian santunan itu menjadi perhatiannya mengingat kegiatan tersebut bersinergi dengan salah satu program inovatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, yakni Sigi Masagena. Dimana program tersebut fokus terhadap upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kegiatan santunan ini sangat kami apresiasi karena anak-anak kami, terutama yang yatim piatu memang harus diberi perhatian khusus. Kami berterimakasih kepada kerukunan Jawa yang telah melaksanakan kegiatan ini di Sigi,” jelas Bupati.

Lanjutnya, dalam program Sigi Masagena, Pemkab Sigi juga berencana bakal memberdayakan pegawai syara di setiap masjid dengan memberi bantuan ternak kambing. “Dari pada kami gaji tapi uangnya habis, mending kami bantu dengan hal yang produktif. Tapi syaratnya harus ada kandang koloni. Jadi kami sementara mendata jumlah pegawai syara yang ada,” sambungnya.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng Hidayat Lamakarate yang juga hadir mengapresiasi kegiatan pemberian santunan itu. Apalagi digelar rutin setiap tahun.

“Saya sering menghadiri kegiatan santunan anak yatim, terutama yang dilakukan oleh kerukunan Jawa. Kami apresiasi dan semoga jadi manfaat bagi kita semua,” tutur Sekdaprov.

Sementara Direktur Politeknik Palu selaku salah satu donatur DR Gatot Margono mengaku bersyukur bisa terlibat langsung dalam kegiatan amal tersebut.

“Kami berharap KKJST terus intensif melakukan kegiatan amal yang arahnya produktif. Dari aspek agama, santunan ini sangat dianjurkan dan insyaallah menjadi barokah untuk semua. Sementara dari aspek sosial, hal ini bisa menjadi contoh positif tentang pentingnya kita memiliki kepekaan sosial, terutama bagi anak yatim dan kaum duafa,” ujar Gatot.

Baca Juga