Kementeriaan LHK dan Sigi Teken Kerja Sama

  • Whatsapp
SEKRETARIS Kabupaten Sigi Muh Basir Lainga mendampingi Dirjen KSDAE Kementerian LHK Wiratno (kanan) saat mengujungi Desa Toro Kecamatan Kulawi, Rabu (30/5/2018). FOTO: DOK HUMAS PEMKAB SIGI

SIGI, MERCUSUAR – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melaluyi Dinas Pariwisata (Dispar) menandatangani kerja sama rencana pengembangan pariwisata alam di wilayah Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Rabu (30/5/2018).

Penandatanganan tersebut dilakukan saat Dirjen KSDAE Wiratno melakukan kunjungan kerja di Desa Toro, Kecamatan Kulawi.

Berita Terkait

Demikian dikatakan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi Muh Basir Lainga melalui rilis yang diterima Media ini dari Bagain Humas Pemkab Sigi, Kamis (31/5/2018).

Menurut Sekkab kunjungan itu pada dasarnya merupakan silaturrahmi dan dialog antara Dirjen KSDAE dengan masyarakat Desa Toro, yang mana lebih mengedepankan pemanfaatan hutan dalam kesehariannya.

“Wilayah Desa Toro merupakan wilayah desa yang dikelilingi oleh wilayah Taman Nasional Lore Lindu,” ujar Sekkab.

Sigi, Katanya, merasa perlu pengembangan yang lebih serius terhadap rencana pengembangan pariwisata alam di Desa Toro. Hal tersebut sesuai dengan program Kabupaten Sigi, yaitu Sigi Hijau yang merupakan pelestarian alam dan hutan dan program Sigi Masagena yang mana dengan adanya wisata alam di Desa Toro diharapkan akan membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat untuk  meningkatkan kesejahteraan.

Sekkab berharap kegiatan itu bukan kunjungan terakhir Dirjen KSDAE ke Kabupaten Sigi, karena masih banyak wilayah-wilayah di Sigi masih asli hutannya dan asli kearifan lokalnya.

Dirjen KSDAE Wiratno dalam sambutannya mengaku takjub dengan adat yang diterapkan di Desa Toro. Selain itu, Desa Toro memiliki wilayah yang masih asri, alami dan hijau.

Menurutnya, banyak potensi alam yang bisa dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Hal itu didukung dengan kearifan lokal yang dimiliki Desa Toro itu sendiri. AJI/*

 

 

Baca Juga