Kepala Dinkes: Tenaga Kesehatan Tingkatkan Disiplin

  • Whatsapp
Sofyan Mailili

SIGI, MERCUSUAR – Tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil untuk meningkatkan kedisiplinan, karena sesuai laporan masyarakat  bahwa banyak tenaga kesehatan tidak berada di tempat.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sigi, dr Sofyan Mailili, pekan lalu.

Sebelumnya, Rabu (1/8/2018), Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta menyoroti kinerja dua dinas salah satunya Dinkes Sigi.

Bupati menilai bahwa Kepala Dinkes dr Sofyan Mailili lalai dalam menjalankan tugas, khususnya di Pustu Desa Banggaiba, Kecamatan Kulawi. Sebab saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Tobaku, Kecamatan Kulawi meliputi Desa Towulu, Rantewulu, Siwongi dan Desa Banggaiba, Bupati menemukan tenaga medis yang bertugas di Pustu Desa Banggaiba kurang lebih satu tahun tidak masuk kerja.

Pilihan Redaksi :  Bupati Sigi Curhat ke Ketua Banggar DPR RI 

Lanjut Sofyan, tenaga kesehatan jangan manipulasi laporan absensi, karena setiap memberikan laporan selalu bagus, tapi kenyataannya di lapangan tidak berada di tempat.

Ditegaskannya, tenaga kesehatan daerah terpencil jangan sampai meninggalkan tempat tugas. Jika tugas luar atau kegiatan jangan pergi bersama, namun bergantian hingga sewaktu-waktu ada kunjungan pejabat daerah tenaga kesehatan ada di tempat.

“Untuk mengontrol kedisplinan tenaga kesehatan, setiap puskesmas akan di pasang absen sidik jari. Apabila absensi sampai rusak hal itu menjadi tanggungjawab petugas Puskesmas bahkan pemberian sanksi tidak diberikan tunjangan,” tegas Kadis.

Menurut Kadis, setiap tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil, apabila kehadirannya kurang maka insentifnya akan ditahan. Selain disiplin tenaga kesehatan harus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pilihan Redaksi :  Bupati Sigi Curhat ke Ketua Banggar DPR RI 

Dinas tidak menuntut sepanjang bulan melaksananakan tugas di tempat. Paling tidak, katanya, kehadiran di daerah terpencil minimal 70 sampai 80 persen.

Dinkes, tambahnya, akan mengupayakan penambahan tenaga kesehatan yang ada di daerah terpencil, khususnya tenaga kesehatan yang bertugas di pustu. Hal itu dilakukan agar tenaga kesehatan bisa bergantian apabila ada yang pulang. “Bagi tenaga kesehatan yang kehadirannya  kurang, maka insentif mereka akan di tahan,” tandasnya. AJI  

Baca Juga