Bentang Alam dan Tutupan Vegetasi, Pengaruhi Terjadinya Banjir di Huntap I Tondo 

HLL-3383e855
Muara dari tiga lembah yang ada di bagian hulu huntap (ditunjukkan dengan tanda panah), bermuara ke arah huntap. FOTO: GOOGLE EARTH/REPRO ABDULLAH

PALU, MERCUSUAR – Kondisi wilayah, baik bentuk fisik maupun tutupan vegetasi, sangat berpengaruh terhadap aliran air di bagian hilir. Hal ini menurut pengamat kebencanaan yang juga akademisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako, Drs. Abdullah, MT. yang mempengaruhi terjadinya banjir yang melanda wilayah Hunian Tetap (Huntap) I Kelurahan Tondo, Minggu (31/7/2022). 

Abdullah menjelaskan, dari peta wilayah tersebut, bentuk fisik wlayah di bagian hulu di sebelah timur kawasan Huntap I Tondo bergelombang, dengan membentuk beberapa bukit dan lembah. Selain itu, tutupan vegetasinya didominasi oleh tumbuhan semak belukar. Tumbuhan tegakan hampir tidak terlihat. 

“Terlihat pula bahwa muara dari tiga lembah yang ada di bagian hulu tersebut, bermuara ke arah huntap, sehingga jika terjadi hujan di wilayah hulu tersebut, aliran air akan dominan ke arah huntap,” ujarnya. 

Selain itu, air hujan yang jatuh di wiayah hulu tersebut, sangat minimal yang dapat tertangkap ‘sementara’ oleh vegetasi di bagian hulu, karena tutupan vegetasinya hanya semak belukar, itupun sebagian wilayahnya sudah gundul. Dengan demikian, jika terjadi hujan deras dengan durasi lama, maka huntap tersebut akan dialiri oleh aliran air hujan secara maksimal. 

Abdullah menjelaskan, daya ‘simpan’ air tumbuhan semak belukar, jauh lebih kecil dibanding tumbuhan tegakan, yang batang serta cabang dan rantingnya besar serta daunnya lebar dan rimbun. Air hujan yang tersimpan tersebut, setelah hujan, sebagian menetes dan masuk ke dalam pori-pri tanah dan menjadi air tanah, sebagian lagi menguap ke udara.

“Karenanya, jika hutan di hulu masih bagus, wilayah hilirnya aman dari ancaman banjir, karena air hujan yang jatuh, hanya sebagian yang menjadi aliran permukaan atau yang mengalir di permukaan tanah,” jelasnya.

Untuk itu, menurut Abdullah, ada tiga solusi yang dapat dilakukan. Pertama, melakukan kontrol ketat terhadap pemanfaatan lahan di hulu huntap. Kedua, revegetasi wilayah hulu. Ketiga, memperbanyak dan memperlebar drainase di wilayah huntap dan sekitar huntap. JEF

Pos terkait