Kemenag Sulteng Gelar Dialog Bersama Ormas Islam

  • Whatsapp
KEMENAG-bc5d13ad
Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Ulyas Taha (kiri) saat membuka Dialog Bersama Ormas Islam dan Ormas Kepemudaan Islam yang digelar bidang Bimas Islam Kemenag Sulteng, Rabu (14/9/2022). FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng menggelar dialog bersama organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan organisasi kepemudaan Islam, di salah satu hotel di Palu, Rabu (14/9/2022).

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Ulyas Taha dalam sambutannya mengatakan Provinsi Sulteng memiliki potensi sosial yang sangat besar, dengan jumlah penduduk terbesar kedua di pulau Sulawesi, serta terdiri dari berbagai etnis dan suku.

Hal tersebut, menurutnya menjadi potensi besar untuk pengembangan pembangunan, yang dapat menjadi positif jika keberagamannya dirawat dengan baik. Sebaliknya, dapat menjadi negatif dan ancaman, jika tidak mampu dirawat dengan baik.

“Dengan potensi besar tersebut, menjadi berpotensi terjadi gesekan sangat besar. Maka penting bagi kita untuk memberdayakan peran kelompok-kelompok masyarakat yang ada. Ormas ini, termasuk pemuda, memiliki tanggung jawab bersama,” ujar Ulyas.

Sementara itu, Subkoordinator Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulteng, H. Sofyan Arsyad menerangkan, latar belakang pelaksanaan dialog tersebut di antaranya Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia khususnya di Sulteng memiliki konsekuensi memiliki peranan penting dalam perjalanan kehidupan bangsa.

“Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng memandang perlu menyelenggarakan kegiatan dialog ormas Islam dan ormas kepemudaan Islam ini,” kata Sofyan.

Tujuan pelaksanaan kegiatan yang diikuti 50 orang peserta tersebut, lanjut Sofyan, adalah membangun kesepahaman bersama antarormas Islam, dalam merespons permasalahan aktual keagamaan dan keumatan, serta menguatkan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan pemuka agama sebagai implementasi nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

“Terakhir, meningkatkan pemahaman ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan,” pungkas Sofyan. IEA

Baca Juga