BIROBULI SELATAN, MERCUSUAR – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) menggelar Rapat Tim Pengawasan Indikasi Geografis (IG) untuk mengevaluasi pelaksanaan pengawasan produk-produk IG yang telah terdaftar di Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung di Aula Garuda Kanwil Kemenkum Sulteng, Kamis (11/6/2026).
Rapat dipimpin Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, didampingi Kepala Divisi Pelayanan Hukum, I Putu Dharmayasa, dan Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Aida Julpha Tangkere, serta diikuti seluruh Tim Pengawas Indikasi Geografis.
Rakhmat Renaldy menegaskan bahwa pengawasan merupakan bagian penting dalam sistem perlindungan Indikasi Geografis untuk memastikan kualitas, karakteristik, dan reputasi produk tetap terjaga sesuai dokumen deskripsi yang telah ditetapkan.
“Pendaftaran Indikasi Geografis bukanlah akhir dari proses perlindungan. Setelah terdaftar, diperlukan pengawasan yang berkelanjutan untuk memastikan karakteristik, kualitas, dan reputasi produk tetap terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi tersebut diperlukan untuk menyamakan pemahaman seluruh anggota tim terkait mekanisme pengawasan, pelaporan, serta langkah tindak lanjut apabila ditemukan ketidaksesuaian dalam pemanfaatan Indikasi Geografis.
“Melalui evaluasi dan penyamaan persepsi ini, kami ingin memastikan seluruh tim memiliki pemahaman yang sama dalam pelaksanaan pengawasan. Dengan demikian, produk Indikasi Geografis Sulawesi Tengah dapat terus terjaga kualitasnya dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Dalam rapat tersebut, tim juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota tim guna mengoptimalkan monitoring terhadap produk-produk IG yang telah memperoleh perlindungan hukum.
Kanwil Kemenkum Sulteng berharap evaluasi ini dapat meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap produk unggulan daerah yang telah terdaftar sebagai Indikasi Geografis, sehingga nilai ekonomi dan reputasinya tetap terjaga di pasar. */JEF






