Mahasiswa Unismuh dan Masyarakat Sikara Tobata, Kembangkan Limbah Sabut Kelapa Melalui PHP2D

  • Whatsapp
KELAPA-33959dbc

DONGGALA, MERCUSUAR – Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu bersama warga dan pemerintah Desa Sikara Tobata Kecamatan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, bekerja sama melaksanakan program pengolahan limbah sabut kelapa menjadi berbagai barang yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PHP2D) dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemedikbudristek) RI.

Dosen Pendamping Program, Drs. Muh. Jufri, M.Si., M.Kes. mengatakan, kelompok mahasiswa yang terdiri dari sepuluh orang tersebut melatih para warga desa untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi. Yakni produk sapu dari serat sabuk kelapa yang panjang, pot bunga dari serat sabut kelapa yang pendek, dan pupuk organik dari serbuk sabut kelapa.

“Diharapkan, melalui program ini akan meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga dapat memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana serta di masa pandemi COVID-19 hingga sebesar 40 sampai 50 persen. Dengan sentuhan teknologi, maka limbah sabut kelapa dapat menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ujar Jufri, Senin (1/11/2021).

Ia menuturkan, melalui program PHP2D diharapkan terlaksananya transfer pengetahuan, keterampilan serta teknologi kepada masyarakat, sehingga menjadi lebih berdaya dan kreatif.

“Olehnya, PHP2D ini mengunakan pendekatan Participatory Technology Development (PTD) yang memanfaatkan teknologi tepat guna berbasis IPTEK dan kearifan budaya lokal masyarakat,” imbuh Jufri.

Di antara tujuan umum pelaksanaan PHP2D di desa Sikara Tobata tesebut, di antaranya adalah untuk membantu masyarakat desa atau kelompok sasaran untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilakn SDM dalam pengolahan limbah sabut kelapa.

Jufri mengungkapkan, desa Sikara Tobata merupakan desa pengganti yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.

Sebelumnya, pihaknya memilih desa Kavaya di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala. Namun, hal itu urung terlaksana atas permintaan resmi dari Kepala Desa setempat, dengan alasan masih tingginya angka kasus COVID-19 di desa tersebut pada saat awal pelaksanaan program.

Baca Juga