Musik Tradisional Sulteng ‘Dibajak’ Peserta Kalteng

FLS2N

PALU, MERCUSUAR – Musik Tari Tradisional “Modiguno Koboly” (mandi kebal) asal Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ‘dibajak’ peserta tari dari provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2018 di Aceh.

Pembajakan tersebut diketahui langsung oleh penata tari tradisonal Modiguno Koboly, Zaenal Tahir, SE saat menyaksikan lomba tari tradisional, Rabu (29/8/2018) kemarin di Aceh.

Kepada Mercusuar, Zaenal mengatakan, ia kaget saat mendengar musik tari tradisional yang dibawakan oleh penari dengan nomor peserta 32 asal Kalteng sama persis dengan musik tari tradisional Modiguno Koboly asal Buol.

Awalnya Zaenal mengira bahwa terjadi kesalahan pemutaran musik oleh operator, sebab sebelum penampilan peserta dari kalteng, penari dari Sulteng dengan nomor peserta 04 sudah lebih awal tampil.

“Saya mengira mereka salah musik karena sebelum peserta tari dari Sulteng tampil, saya menyerahkan flash disk ke operator dengan begitu banyak file musik termasuk musik Modiguno Koboly tersebut. Tapi ternyata musik yang diputar untuk mengiringi penari dari kalteng itu tidak salah,” kata Zaenal.

Sampai akhir pertunjukan tari tradisional dari Kalteng, Zaenal mendengarkannya dengan seksama. Mulai dari musik, lirik maupun syair lagunya tidak ada yang berbeda dan memang benar itu milik Sulteng dengan menggunakan syair Bahasa Buol.

Usai pertunjukan, Zaenal langsung menemui Andisra Murwaningsih yang merupakan guru Pembina dari peserta tari asal Kalteng  untuk menanyakan langsung terkait adanya pembajakan musik milik Sulteng.

Guru Pembina para penari mengakui kelalaian tersebut dan sama sekali tidak mengetahui bahwa musik yang mengiringi tari tradisional mereka adalah milik Sulteng. Pihak sekolah menurut pengakuan Pembina tari, menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih.

Zaenal selaku penata tari, sangat kecewa dengan pembanjakan yang dilakukan oleh peserta dari Kalteng. Seharusnya, pihak dari provinsi lebih teliti mulai dari saat seleksi di tingkat kabupaten, apalagi ini even nasional.

“Mereka harus meminta maaf atas pembajakan ini, karena itu musik dan karya milik kami Sulteng dan panitia diharapkan lebih selektif menanggapi masalah ini,” ujarnya.

Diketahui bahwa judul tari yang dibawakan oleh siswa siswi SMAN 2 Kumai, Provinsi kalteng yakni ‘Hantuen Pakikeh Awaw’ dengan menggunakan musik tradisional asal kabupaten Buol, Sulteng.

Tari Hantuen Pakikeh Awaw menceritakan tentang pasangan suami istri suku Dayak yang melindung anak mereka dari gangguan mahluk-mahluk gaib.TIN

Pos terkait