Musim Kemarau, Kapolsek Ampibabo Ingatkan Waspada Kebakaran

Ansaruddin (FOTO)

PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Musim kemarau dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, bukan hanya menyebabkan kekeringan berkepanjangan, namun turut berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan serta rumah penduduk.

Terkait hal itu, Kapolsek Ampibabo, IPTU Ansaruddin meminta warga untuk selalu waspada dan berupaya meminimalisir terjadinya potensi kebakaran.

“Potensi kebakaran hutan dan lahan setiap saat mengintai, untuk itu, kami mengimbau warga untuk tidak sembarangan membuang benda yang mudah menyebabkan kebakaran. Begitu juga saat melakukan pembakaran material kering, harap dijaga dan saat meninggalkan lokasi pastikan semua material tidak lagi dalam kondisi menyala atau berpotensi kembali terbakar,” katanya kepada Mercusuar, Jumat (2/10/2026).

Ia menekankan, kondisi musim kemarau ditambah tiupan angin yang cukup kencang dapat menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Menurutnya, meskipun hanya sebuah puntung rokok atau arang yang menyala, jika terkena material kering seperti rumput dan ranting kering, dapat langsung terbakar dan meluas hingga menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

“Kasian kalau kemudian lahan yang produktif harus hangus terbakar, bahkan pemilik kebun lainnya yang tidak memiliki sangkutan aksi pembakaran ikut pula mengalami kerugian gara-gara kebakaran,” urai Ansaruddin.

Selain hutan dan lahan, ia juga mengingatkan masyarakat terkait potensi kebakaran rumah di tengah musim kemarau. Hal itu, menurutnya, dapat menjadi bencana besar jika tidak diwaspadai sejak dini.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi kabel, stop kontak dan peralatan listrik secara berkala. Jangan menggunakan instalasi listrik yang sudah rusak atau tidak layak. Selain itu, kompor, tungku maupun sumber api lainnya jangan ditinggalkan dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” imbaunya.

“Kita semua berharap musim kemarau ini segera berakhir, dan tentunya sambil berdoa, juga tetap menjaga kewaspadaan, agar bencana lainnya, tidak menghampiri, kita,” pungkasnya. MBH

Pos terkait