POSO, MERCUSUAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulteng mencatat kinerja perbankan di Sulteng tumbuh positif. Hal itu disampaikan Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra pada kegiatan Journalist Update Triwulan III, di Tentena, Selasa (13/10/2026).
Data dari OJK menunjukkan, kinerja industri perbankan di Sulteng rentang Juli 2025 hingga Juli 2026, di antaranya total aset mencapai Rp92,04 triliun naik sebesar 19,55 persen. Selanjutnya total Dana Pihak Ketiga mencapai Rp43,15 triliun naik sebesar 11,24 persen. Sementara total penyaluran kredit mencapai Rp67,91 persen naik 18,06 persen.
“Kalau tren ini naik, artinya perekonomian di Sulteng juga naik,” kata Bonny.
Di sisi lain, lanjut Bonny, pihaknya juga mencatat masih adanya tantangan terutama pada penyaluran pembiayaan sektor UMKM, hanya mengalami kontraksi 0,60 persen. Sementara itu, rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan di Sulteng sebesar 157,37 persen per Juli 2026. Sedangkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada pada level 1,89 persen.
Dalam catatan OJK Sulteng, penyaluran kredit perbankan masih terkonsentrasi di sejumlah daerah. Kota Palu memiliki porsi terbesar, yakni 41 persen, sementara Kabupaten Banggai 31,68 persen, Kabupaten Parigi Moutong 6,65 persen, Kabupaten Poso 4,68 persen dan Kabupaten Tolitoli 4,21 persen. IEA






