Pemkab Banggai Gelar Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria

AGRARIA-d2004c11
Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Gugus Tugas Reforma Agraria, yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banggai, di ruang rapat umum Kantor Bupati Banggai, Kamis (29/9/2022). FOTO: IST

LUWUK, MERCUSUAR – Wakil Bupati (Wabup) Banggai, Furqanuddin Masulili, menegaskan kepada Gugus Tugas Reforma Agraria, agar terus maju dalam menyelesaikan persoalan-persoalan agraria yang ada di Kabupaten Banggai.

Hal itu disampaikan wabup, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Gugus Tugas Reforma Agraria, yang diselenggarakan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Banggai, di ruang rapat umum Kantor Bupati Banggai, Kamis (29/9/2022)

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Sinergi dan Harmoni dalam Pengembangan Acces Reforma yang Produktif dan Berkelanjutan” itu, juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Kepala BPN, para Asisten Setda Banggai, serta para pimpinan OPD.

Wabup berharap, dengan dilaksanakannya rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Banggai, dapat melahirkan gagasan serta sinergitas kesamaan visi pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah kabupaten/kota dan seluruh stakeholder terkait, dengan tujuan untuk membahas arah kebijakan dan penanganan reforma agraria di Kabupaten Banggai, khususnya sinkronisasi program/kegiatan terkait penataan akses reforma.

“Perpres Reforma Agraria Nomor 86 tahun 2018 menyebut, reforma agraria sebagai penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, yang lebih berkeadilan, melalui penataan aset dan penataan akses untuk kemakmuran rakyat,” kata wabup.

Hal ini sejalan dengan Strategi Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria tahun 2015-2019, antara lain meliputi, penguatan kerangka regulasi dan penyelesaian konflik agraria, penataan penguasaan dan pemilikan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA); kepastian hukum dan legalisasi hak atas tora dan pemberdayaan masyarakat pemanfaatan TORA.

“Sebagai wujud komitmen pemerintah, perpres ini menjadi rujukan bagi pemerintah dalam melakukan redistribusi tanah, legalisasi tanah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar wabup.

Maksud dan tujuan dibuatnya Gugus Tugas Reforma Agraria ini lanjut wabup, artinya ada persoalan-persoalan mendasar yang memang harus kita tangani secara bersama-sama.

Pos terkait