Penuhi Kebutuhan Biaya Latihan Panjat Tebing, Pelatih Memanfaatkan Botol Bekas Untuk Dijual

  • Whatsapp
PANJAT TEBING-db488fbc
 Pelatih panjat tebing, melakukan pencarian dana alternative, dengan mengumpulkan botol plastik air mineral bekas untuk dijual, demi manambah dana kebutuhan atlet dalam pelatda mandiri. FOTO: IST

PALU, MERCUSUAR – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan pemusatan latihan mandiri sejak April hingga saat ini. Ada 10 atlet yang lolos dalam tahapan seleksi daerah, dengan komposisi 5 putra dan 5 putri. 10 atlet tersebut berasal dari kabupaten/kota yang lolos seleksi yakni, Tolitoli 2 orang, Sigi 1 orang, Banggai 2 orang, Palu 4 orang dan Tojo Unauna 1 orang.

10 atlet tersebut dilatih oleh tiga pelatih cabang olahraga panjat tebing yang berpengalaman dan profesional serta sudah teruji, yaitu di antaranya Judistiro (mantan pelatih Pelatnas Asian Games 2018, mantan Pelatih Riau PON 2012, Jabar 2016 dan Papua 2021), Zikran Lamalundu (mantan pelatih Papua PON 2021) dan Ilmawati Labanu (mantan atlet Jawa Timur 2005 s/d 2012, juara nasional dan peraih medali Perak di Sea Games 2011).

Ke tiga pelatih tersebut, sekarang menangani atlet pelatda cabang olahraga panjat tebing dengan secara mandiri, yang saat ini pembiayaannya masih masuk di pembinaan Pengprov FPTI Sulteng. Untuk anggaran pelatda mandiri tersebut, sampai sekarang belum maksimal, dikarenakan permintaan biaya pembinaan atlet dari KONI Sulteng, hingga saat ini belum dapat dianggarkan, sehingga tim puslatda mandiri dan pelatih meminta agar Pengurus FPTI Sulteng, berkordinasi dan membuat donatur untuk kebutuhan atlet pelatda mandiri cabor panjat tebing, supaya mendapatkan perhatian khusus di lapangan, agar atlet yang melakukan pemusatan latihan bisa terpenuhi kebutuhannya.

Selain itu ke tiga pelatih tersebut, pada Jumat (9/9/2022), melakukan alternatif dengan mengumpulkan botol plastik air mineral bekas untuk dijual, demi menambah dana kebutuhan atlet dalam pelatda mandiri.

Zikran selaku pelatih Tim Puslatda Sulteng mengatakan, untuk mencapai puncak prestasi di Pra PON 2023 dan PON Aceh 2024, harus banyak berusaha dan berkorban, demi kemajuan prestasi atlet Sulteng. Pihaknya pun berkomitmen, dengan keterbatasan anggaran, tetap menjadikan Provinsi Sulteng menjadi kiblat panjat tebing di nasional sampai PON 2024 nanti.

“Semoga perhatian Pemprov Sulteng untuk olahraga panjat tebing semakin bagus, agar di nasional, prestasi yang ditargetkan emas, bisa tercapai,” ujar Zikran. */JEF

Baca Juga