Peringatan 28 September 2018, OSIM MAN 2 Palu Gelar Doa Bersama

  • Whatsapp
MAN-d095bea6
Kepala MAN 2 Kota Palu, H. Muh. Syamsu Nursi bersama Kepala Seksi Pendis Kemenag Kota Palu, Irsan, menyerahkan santunan kepada sejumlah siswa penyintas bencana yang saat ini sedang menjalani pendidikan di MAN 2 Kota Palu.///FOTO: HUMAS MAN 2 KOTA PALU

PALU, MERCUSUAR – Memeringati musibah bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang melanda Kota Palu dan sekitarnya pada 28 September 2018 silam, Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) Madrasah Aliyah Negeri 2 (MAN 2) Kota Palu menggelar doa dan tahlilan bersama, di Auditorium MAN 2 Kota Palu, Rabu (28/9/2022).

Peringatan tersebut dihadiri ratusan siswa bersama para guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Kota Palu. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu, Irsan didampingi Ketua Pokjawas Kota Palu, Alfian.

Berita Terkait

Pada kesempatan itu, pembawa hikmah, Taufik Abd. Rahim mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa kehidupan yang saat ini dijalani merupakan sebuah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. Oleh karena itu, salah satu bentuk penghargaan atas kesempatan tersebut adalah dengan mengisi dan memberi arti dalam kehidupan, di antaranya dengan cara memperbanyak sedekah serta berbuat baik terhadap sesama manusia.

“Atas semua cobaan dan keadaan yang telah terlalui, mari kita lebih banyak mensyukuri setiap hikmah yang hadir setelah masa duka yang panjang,” kata Taufik.

Selain mendengarkan hikmah, kegiatan tersebut turut diisi dengan pemnutaran video kolasi momen-momen bersejarah saat bencana terjadi. Salah staunya, momen saat rekaman kondisi gedung dan pembelajaran di MAN 2 Kota Palu saat masa tanggap darurat ditayangkan.

Selain itu, Kepala MAN 2 Kota Palu, H. Muh. Syamsu Nursi bersama Kepala Seksi Pendis Kemenag Kota Palu, Irsan, menyerahkan santunan kepada 11 siswa penyintas bencana yang saat ini sedang menjalani pendidikan di MAN 2 Kota Palu.

“Kesebelas siswa tersebut mengalami kehilangan yang tragis, di antaranya menjadi yatim piatu atau kehilangan seluruh sandaran kehidupan. Santunan yang diberikan berupa donasi yang dihimpun oleh OSIM MAN 2 Kota Palu dari berbagai pihak,” jelas Syamsu.

Baca Juga