BUNGKU, MERCUSUAR – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Morowali tetap dilaksanakan tahun ini, meski di tengah pandemi. Hal itu ditegaskan Bupati Morowali, Taslim, Kamis (5/8/2021), saat rapat koordinasi panitia pilkades serentak Morowali tahun 2021.
Turut hadir, Kajari Morowali Tenriawaru, anggota DPRD Morowali, Puspa Bayu Nuhraha, Asisten I Pemda, Rizal Badudin, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Perlindungan, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PMDP3A) Daerah, Abdul Wahid Hasan, Danramil Bungku Tengah, Kapten Inf. Sukamto.
Menurut Taslim, agar pelaksanaan pilkades berjalan lancar terutama di masa pandemi, Pemerintah Kabupaten Morowali akan menambah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) di perubahan.
“Insya Allah sudah akan kami akomodir. Pilkades tetap dilaksanakan sesuai agenda, yakni pada 22 Agustus 2021, meski pandemi sedang tinggi,”katanya.
Sebelumnya, diungkap Taslim, Morowali telah melaksanakan pilkades di masa pandemi, sehingga pola-pola sebelumnya akan diterapkan kembali.
“Jadi kami tinggal mengulang protap yang sudah dilakukan sebelumnya. Semua peserta wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti yang telah disepakati bersama, seperti memakai sarung tangan dan lainnya,” ucap dia.
Khusus anggaran pilkades, Namun, ia mengimbau kepada dinas terkait untuk melakukan efesiensi anggaran, baik dari segi pengamanan dan kegiatan pilkades.
“Pengamanan TPA hanya perlu satu personil,” katanya lagi.
Terakhir ia meminta agar panitia pilkades, harus konsisten terkait dengan aturan, khususnya penetapan daftar pemilih dan penetapan calon kepala desa.
“Apabila terdapat kekeliruan oleh pihak penyelenggara, agar dilakukan gugatan sesuai dengan proses hukum,” pinta Taslim.
Sementara itu, Kadis PMDP3A, Abdul Wahid Hasan mengatakan, saat ini persiapan pilkades di 35 desa yang ada di sembilan kecamatan, sudah sekitar 90 persen dengan telah dibentuknya panitia, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan calon kepala desa.
“Namun, pagu anggaran belum cukup. Oleh karena itu, kami mengajukan anggaran sekitar Rp 800 juta, yang diakomodir sekitar Rp 600 juta,”jelasnya.
Adapun jumlah DPT pada 35 desa tersebut sebanyak 24.290 pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 62 TPS. INT