Serapan Setara Beras, Realisasi di Sulteng Lampaui Target

Jusri Pakke

PALU, MERCUSUAR – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulteng menyatakan telah merealisasikan pengadaan Public Service Obligation (PSO) per 9 Oktober 2026 sebanyak 12.824 ton setara beras atau mencapai 113 persen dari target tahun 2026 sebanyak 11.300 ton.

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Jusri Pakke menegaskan pihaknya akan terus berupaya melakukan penyerapan di tingkat petani, agar cadangan pangan pemerintah makin solid di Sulteng.

“Target kami sudah terlampaui sejak Agustus 2026. Namun, kami tetap berkomitmen melakukan penyerapan baik gabah maupun beras di seluruh Sulteng,” kata Jusri di Palu, baru-baru ini.

Sementara secara nasional, ‎Perum Bulog menorehkan catatan positif dalam realisasi pengadaan PSO, yang hingga 8 Oktober 2026 mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.

‎Direktur Utama (Dirut) Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menyebut capaian itu menjadi realisasi pengadaan tertinggi sejak Bulog berdiri, sekaligus menegaskan keberhasilan perusahaan melampaui target sebelum berakhirnya tahun 2026.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan Bulog, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian bersejarah tersebut.

“Insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Ini bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” kata Ahmad Rizal, di Jakarta, tengah pekan lalu

Ia menambahkan, capaian itu juga tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem pangan nasional, masing-masing Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, para petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian.

“Capaian ini harus menjadi energi bagi Bulog untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia,” tegasnya. */IEA

Pos terkait