Umat Hindu Parmout Gelar Acara Dharma Santi

  • Whatsapp

Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/mercusua/public_html/assets/themes/bloggingpro-child/template-parts/content-single.php on line 81

PARMOUT, MERCUSUAR – Pjs Bupati Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) Moh Nadir menghadiri acara Dharma Santi Tahun Baru Saka 1940 yang digelar oleh masyarakat Hindu di daerah tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sekolah Saraswati Desa Tolai, Sabtu (7/4/2018).

Ketua Panitia Made Dipayama mengatakan bahwa Dharma Santi merupakan rangkaian akhir dari Hari Raya Nyepi dan merupakan perayaan yang wajib dilaksanakan, baik di lingkungan keluarga, warga dekat maupun warga bangsa.

Kegiatan tersebut kali ini, tambahnya, bertema ‘Dharma Santi Tahun Baru Saka 1940 adalah Melalui Catur Berata Penyepian Kita Tingkatkan Solidaritas Dalam Merekatkan Keberagaman Sebagai Wadah Pengukuhan NKRI’.

Pjs Bupati Parmout H MohNadir mengatakan Dharma Santi merupakan suatu rangkaian pelaksanaan Hari Suci Nyepi, dimana kegiatan tersebut merupakan suatu silahturahmi atau saling mengucap maaf, membangun hubungan simakrama yang lebih baik dimasa mendatang. Selain itu, untuk mengingatkan pentingnya hubungan dengan sesama umat manusia.

Lanjut dia, Hari Raya Nyepi memiliki makna yang sangat penting bagi umat Hindu karena dalam momen Nyepi umat Hindu menjalankan Catur Berata Penyepian sebagai bagian dari upaya pembersihan diri atau bhuana alit dan juga alam semesta atau bhuana agung.

“Dengan menjalankan Catur Berata Penyepian, umat Hindu menyambut Tahun Baru Saka dengan semangat yang baru dan dengan jiwa yang damai yang lebih harmonis sesuai dengan nilai-nilai Tri Hita Karana,” jelasnya.

Olehnya, di Tahun Baru Saka 1940, sebaiknya lebih mempertajam pengenalan lebih jauh ke dalam diri, karena dari pengenalan diri itulah bermula suatu upaya untuk mengenal Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan mengenal dan meyakini keesaan dan kekuasaan Tuhan. “Maka kita akan senantiasa tergerak untuk melaksakan perintah-nya dan menjauhi larangan-nya. Perintah-perintah Tuhan yang harus kita laksanakan tentunya tidak hanya yang bersifat ritual, melainkan termasuk juga yang bersifat sosial,” tandasnya.

Olehnya itu, kerukunan ditengah-tengah masyarakat akan semakin terjalin yakni kerukunan internal umat Hindu, kerukunan antara umat Hindu dengan umat beragama lainnya, serta kerukunan antar umat Hindu dengan pemerintah. TIA

 

Baca Juga