TATURA SELATAN, MERCUSUAR – Kepala Staf Kodam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita meminta seluruh prajurit dan ASN TNI menjadikan nilai PRIMA sebagai budaya dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikan Agus dalam peringatan HUT Ke-81 TNI di Palu, Senin. Menurut dia, lima nilai PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif, harus diterapkan secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jadikan PRIMA sebagai budaya pengabdian. Laksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten, sehingga PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak saat ini dan di masa yang akan datang,” ungkap Kasdam.
Agus mengatakan peringatan HUT Ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen prajurit dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Ia menilai tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI merupakan hasil dari berbagai bentuk pengabdian yang telah dilakukan prajurit. Kepercayaan tersebut, kata dia, harus dipandang sebagai kehormatan sekaligus amanah yang wajib dipertahankan.
Di sisi lain, penguatan TNI melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN TNI serta modernisasi alat pertahanan dan keamanan harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Semakin kuat TNI dan semakin modern kemampuannya, semakin besar pula tanggung jawab yang harus kita pikul,” katanya.
Karena itu, Agus meminta seluruh prajurit meningkatkan kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme sesuai bidang tugas masing-masing. Penguatan kemampuan tersebut diperlukan agar seluruh sumber daya yang dipercayakan kepada TNI dapat dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan.
Agus juga mengingatkan prajurit untuk mewaspadai perubahan lingkungan strategis yang ditandai ketidakpastian global, dinamika ruang informasi dan kognitif, ancaman terhadap keutuhan wilayah, serta tuntutan integritas dalam pengelolaan sumber daya negara. IKI






