Sikola Mombine Dukung Perumusan Skema Take di Tolitoli

  • Whatsapp
TAKE-8a7db054

TOLITOLI, MERCUSUAR – Demi mencapai visi misi dan RPJMD 2021-2026 Kabupaten Tolitoli, Sikola Mombine bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, serta mitra terkait, bersama merumuskan skema Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE), khususnya di Kabupaten Tolitoli, 23 September 2021 lalu.

Sikola Mombine bersama Indonesian Budget Center didukung oleh The Asia Foundation, mendukung capaian visi-misi Kabupaten Tolitoli, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, melalui pelaksanaan skema TAKE dalam reformulasi penerapan ADD kabupaten. Skema ini memperhatikan indikator ekologi dalam sebuah formulasi kebijakan, yang diterapkan dan dilaksanakan berdasarkan kinerja dalam pengelolaan lingkungan hidup, ketahanan bencana serta pembangunan berkelanjutan yang di dalam setiap Indikator tersebut dilakukan pengarusutamaan gender.

Adanya tujuan kegiatan ini, adalah untuk menambah ruang terbuka hijau, memberi perlindungan sumber air desa yang baik, mengelola pengelolaan pertanian berkelanjutan, dan mengelola program nasional perhutanan Indonesia melalui pembentukkan tim kerja skema TAKE. Adapun peserta yang terlibat dalam diskusi antara lain pihak perwakilan BAPPEDA Kab. Tolitoli, Dinas DPMD Kab. Tolitoli, DP3A Kab. Tolitoli, Yayasan Sikola Mombine, dan Indonesian Budget Center.

Berdasarkan diskusi, skema TAKE dapat dilaksanakan dalam 5 tahapan, yaitu perencanaan kebijakan, identifikasi dan penetapan indikator, formulasi dan penetapan kebijakan, pelaksanaan kebijakan TAKE, dan kegiatan monitoring dan evaluasi. Hal ini berkaitan dengan indikator alokasi dasar, alokasi formula, dan alokasi kinerja pada setiap desa dalam mewujudkan desa yang hijau, inovatif, dan transparan.

Kabid Pembangunan Desa DPMD Tolitoli, Syulhasmi menyatakan, rencana penerapan skema TAKE untuk reformulasi penerapan ADD di kabupaten/desa yang efektif, memerlukan indikator alokasi yang jelas. Alokasi dasar setiap desa harus dibagi rata sesuai kebutuhan siltap, tunjangan BPD, insentif RT/RW dan operasional desa. Selain itu, alokasi formula juga harus dibagi berdasarkan bobot indikator setiap desa.

“Melihat hal ini, tentunya alokasi kinerja harus diwujudkan dan dibagikan kepada setiap desa, berdasarkan penilaian yang menyesuaikan Indeks Kinerja Desa (IKD) terbaik,” ujarnya.

Maryam Dulman, selaku fasilitator Sikola Mombine menambahkan, penentuan indikator penilaian umum terkait pelaksanaan kebijakan desa, mengenai perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup, serta kebencanaan, dan pelaksanaan program dan anggaran desa, untuk perlindungan lingkungan hidup yang melibatkan perempuan, anak, dan lembaga desa.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli, atas kegiatan perencanaan, pendampingan, perumusan, pemberdayaan dan kepedulian lingkungan desa  ini, Sikola Mombine sebagai organisasi masyarakat sipil untuk pengembangan skema TAKE di Tolitoli, siap bergerak bersama pemerintah daerah, dalam proses mewujudkan strategi pembangunan keberlanjutan dan berwawasan lingkungan, yang tertuang dalam RPJMD 2021 – 2026. */JEF

Baca Juga